DAERAH  

Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemprov Sulbar Galakkan Upaya Pelestarian

MAMUJU – Penggunaan bahasa daerah di Sulawesi Barat (Sulbar) kian mengalami penurunan, bahkan terancam punah. Menyikapi hal ini, sesuai dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S Mengga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulbar mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong upaya pelestarian bahasa lokal.

Baca Juga  Tingkatkan Kolaborasi, DPRD Sulbar Inisiasi Coffee Morning Bersama Forkopimda dan OKP

Sekretaris Disdikbud Sulbar, Saifuddin, mengemukakan bahwa berbagai langkah dapat dilakukan dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Beberapa di antaranya adalah mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam kurikulum pendidikan, menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari, serta mempromosikannya melalui media sosial dan festival budaya.

Baca Juga  Menuju Opini Terbaik, BPKAD Serahkan LKPD Sulbar 2025 ke Inspektorat : Masuk Tahap Reviu APIP

“Seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Mamuju, yang telah menyusun buku bahasa daerah sebagai muatan lokal. Tentu, ini kami dorong juga untuk diterapkan di kabupaten lain,” ungkap Saifuddin.

Baca Juga  Kepala Dinas Kehutanan Paparkan Rencana Kerja FOLU Net Sink 2030 Sulbar

Selain itu, Saifuddin menekankan pentingnya menonjolkan penggunaan bahasa daerah dalam setiap acara kebudayaan atau pertunjukan seni. Disdikbud Sulbar pun saat ini tengah merancang regulasi untuk memperkuat komitmen pelestarian bahasa daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *