DAERAH  

DLH Sulbar Siap Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Limbah Program MBG

Mamuju – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Barat menyambut baik dukungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait peningkatan kapasitas daerah dalam mengelola limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar instansi di daerah dalam menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, untuk terus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Tak Perlu ke Kantor Samsat Lagi, ASN Sulbar Sekarang Bisa Bayar Pajak di Kantor Gubernur

Kepala DLH Sulbar, Zulkifli Manggazali, menegaskan bahwa DLH siap berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam menyusun protokol pengelolaan sampah MBG di sekolah-sekolah.

“Kerja sama ini penting agar sejak dini peserta didik terbiasa dengan pola pengelolaan sampah yang benar, khususnya dalam mendukung program MBG yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari siswa,” ujar Zulkifli, Rabu 24 September 2025.

Baca Juga  Tingkatkan Mutu Infrastruktur, 29 Teknisi Laboratorium PUPR Sulbar Raih Sertifikasi Kompetensi

Sebagai langkah konkret, DLH Sulbar akan menyediakan pelatihan teknis kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait pengolahan limbah makanan. Pelatihan ini akan menekankan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) agar limbah dapat dikelola secara efektif dan ramah lingkungan.

Selain itu, DLH juga akan mewajibkan setiap sekolah penerima program MBG untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Upaya ini akan diperkuat melalui koordinasi dengan DLH kabupaten se-Sulawesi Barat, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan seragam dan lebih optimal.

Baca Juga  Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, SDK JSM Fokus pada Tiga Bidang Ini

“DLH berkomitmen mendukung sepenuhnya kebijakan Menteri LHK dengan menghadirkan kebiasaan baru di sekolah-sekolah yang lebih peduli terhadap lingkungan,” tambah Zulkifli.

Langkah terintegrasi ini diharapkan mampu menjadi model penerapan pengelolaan limbah berbasis sekolah di Sulawesi Barat, yang pada akhirnya akan mendukung terciptanya lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *