DAERAH  

Pusdalops-PB BPBD Sulbar Terima Laporan Sementara Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Sumare

Pusdalops-PB BPBD Sulbar Terima Laporan Sementara Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Sumare

MAMUJU– Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan sementara dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) terkait kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (4/6/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa penanganan bencana terus dilakukan secara terpadu sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat respons terhadap setiap kejadian bencana di wilayah Sulawesi Barat.

Baca Juga  Bakti Kesehatan di RS Bhayangkara, Pemprov Sulbar Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan Merata

Kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi pada Kamis 4 Juni 2026, sejak sekitar pukul 13.30 WITA di kawasan hutan Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kecamatan Simboro. Hingga pukul 19.30 WITA, api masih belum berhasil dipadamkan secara menyeluruh dan proses penanganan terus berlangsung di lapangan.

Lokasi titik api berada cukup jauh dari akses kendaraan pemadam sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Provinsi Sulawesi Barat, BPBD Kabupaten Mamuju, Pemadam Kebakaran Provinsi Sulawesi Barat, Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla), Polri, Pemerintah Desa, serta Tim Reaksi Cepat (TRC PB) BPBD Sulbar.

Baca Juga  Plt Karo Pemkesra Sulbar Dampingi Gubernur Acara Retret Pemkab Mamasa, Memperkuat Pelayanan kepada Masyarakat

Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan pendataan oleh tim di lapangan. Berdasarkan informasi sementara, kebakaran serupa juga pernah terjadi di lokasi yang sama pada 28 Mei 2026.

Tim gabungan saat ini terus melakukan pemantauan, pendataan, koordinasi dengan aparat setempat dan instansi terkait, serta melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan. Kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya akses menuju titik api sehingga kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung.

Baca Juga  Perkuat Fondasi Perkebunan Sulbar, Pemerintah Percepat Penetapan Kebun Sumber Benih Kakao

Hingga laporan sementara diterima oleh Pusdalops-PB BPBD Sulbar, tidak terdapat korban luka, korban meninggal dunia maupun pengungsi. Sementara itu, luas area terdampak dan nilai kerugian masih dalam proses pendataan.

Muhammad Yasir Fattah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama memasuki periode cuaca panas dan musim kemarau. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *