DAERAH  

Kain Lotong Sembe: Ekonomi Syariah Buka Peluang Investasi dan Wirausaha Baru

Ekonomi Syariah Buka Peluang Investasi dan Wirausaha Baru

MAMUJU – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat, Kain Lotong Sembe, didampingi Pejabat Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal (PKPM) Ahli Madya Satriawan Hasan Sulur, menghadiri Talkshow Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam rangkaian Karya Kreatif Ekonomi Sulawesi Barat (KKES) 2026 – Mandarpreneur Fair yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan berlangsung di Atrium Maleo Town Square (Matos) Mamuju, Sabtu (26/9/2026), dan menjadi salah satu agenda edukatif yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai ekonomi serta keuangan syariah sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Dorong Peningkatan PAD Mamuju Tengah, DPRD Sulbar dan Mateng Kolaborasi Perkuat Pengawasan

Partisipasi DPMPTSP Sulbar dalam kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam memperkuat ekosistem investasi, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif dan syariah sebagai sektor strategis yang mampu mendorong daya saing daerah.

Kepala DPMPTSP Sulbar, Kain Lotong Sembe, mengapresiasi penyelenggaraan Mandarpreneur Fair 2026 yang menghadirkan ruang kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, edukasi ekonomi syariah merupakan bagian penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan memberikan alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha di Sulawesi Barat.

Baca Juga  Dinas ESDM Sulbar Laksanakan Gerakan Bersih Asri Sambut Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat ke-22

“Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang berdaya saing. DPMPTSP Sulbar siap mendukung terciptanya ekosistem investasi yang inklusif melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Kain Lotong Sembe.

Sementara itu, Pejabat Fungsional PKPM Ahli Madya Satriawan Hasan Sulur menilai ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan yang berlandaskan prinsip syariah. Ia berharap kegiatan serupa terus diperluas agar mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menarik minat investor pada sektor ekonomi kreatif dan halal di Sulawesi Barat.

Baca Juga  UPTD SPAM Regional Sulbar Genjot Evaluasi Kinerja Pelayanan: Perkuat Standar Layanan Air Minum Curah yang Profesional dan Akuntabel

Melalui keikutsertaan dalam Mandarpreneur Fair 2026, DPMPTSP Sulbar menegaskan dukungannya terhadap berbagai program yang memperkuat literasi ekonomi, meningkatkan kualitas pelaku usaha, dan mendorong terwujudnya Sulawesi Barat sebagai daerah yang semakin menarik bagi investasi dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *