MAMUJU — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) Pojok Baca di Kafe Ruang Rindu, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan keberadaan Pojok Baca dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pengunjung kafe.
Dalam kegiatan tersebut, Perpusip Sulbar melakukan pemantauan terhadap perkembangan Pojok Baca, termasuk melihat pemanfaatan koleksi oleh para pengunjung. Buku-buku yang sebelumnya dipinjam-pakaikan melalui Pojok Baca kemudian ditarik untuk dilakukan pergantian dengan koleksi baru.
Sebanyak 11 judul dengan total 33 eksemplar buku diserahkan sebagai koleksi pengganti untuk Pojok Baca Kafe Ruang Rindu. Kehadiran koleksi baru ini diharapkan dapat memberikan variasi bahan bacaan sekaligus meningkatkan ketertarikan pengunjung untuk memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia.
Keberadaan Pojok Baca di Kafe Ruang Rindu merupakan salah satu langkah Perpusip Sulbar dalam mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat melalui ruang-ruang publik. Dengan menghadirkan buku di tempat yang menjadi ruang berkumpul masyarakat, akses terhadap bahan bacaan diharapkan menjadi lebih mudah, santai, dan menyenangkan.
Monev juga menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana Pojok Baca dimanfaatkan oleh pengunjung serta menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan layanan literasi di ruang publik. Perpusip Sulbar berkomitmen untuk terus menghadirkan bahan bacaan yang relevan dan menarik sesuai kebutuhan masyarakat.
“Harapan terbesar dari kegiatan ini adalah agar keberadaan Pojok Baca tidak sekadar menjadi fasilitas pelengkap di ruang publik, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana untuk membaca, menambah wawasan, dan memperoleh informasi,” kata Mustari Mula, Kepala Dinas Perpusip Sulbar.
Melalui kegiatan Monev dan penyegaran koleksi tersebut, Perpusip Sulbar berharap budaya membaca dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran buku yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari diharapkan mampu mendorong minat baca dan membangun kebiasaan membaca di berbagai ruang publik di Sulawesi Barat.












