Majene, Sulbar.99news.id—Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dan Dapil 2 dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan sebuah realitas proses pertarungan perebutan bagi para calon Bupati dan wakil Bupati Majene.
Bahkan Daerah pemilihan (Dapil) 1 dan Daerah Pemilihan (Dapil) 2 pada Pemilu 2024 disebut-sebut sebagai “Dapil Neraka”. Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang mampu menguasai suara di dua Dapil tersebut yaitu, Kecamatan Banggae dan Banggae Timur berpeluang besar untuk menjadi orang nomor satu di Majene.
“Iya bisa seperti itu (dapil neraka), karena dua dapil ini jumlah pemilihnya lebih banyak dari Dapil lainnya di Majene, dan ini bakal jadi rebutan para kandidat nanti. Termasuk bagi petahana,” kata Direktur NCW Indonesia Timur, Senin (17/6/2024).
Anwar menjelaskan, Dari jumlah DPT Pileg Dapil 1 Banggae sebanyak 30.435 yang meliputi wilayah kelurahan Banggae, kelurahan Baru, Galung, Pangaliali, Rangas, Totoli, desa Palipi Soreang dan desa Pamboborang.
Sementara Dapil 1 Kecamatan Banggae Timur kata Anwar, jumlah DPT Pileg 20214 sebanyak 23.210, meliputi kelurahan Baruga, Baruga Dhua, Baurung, Buttu Baruga, Labuang, Labuang Utara, Lembang, Tande dan Tande Timur.
“Makanya kenapa akhir-akhir ini bupati Majene AST sering turun langsung ke wilayah ini, bahkan ia yang langsung menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat, menurut saya ini merupakan salah satu bentuk kampanye hitam atau black campaign, dengan memamfaatkan jabatannya, itu juga soal kepala desa yang yang sudah habis masa jabatannya, sampai sekarang belum diperpanjang, ini ada apa,” tegas Anwar.
Bahkan kata Dia, Bupati Andi Syukri sudah tidak memberi keweangan kepada wakil Bupatinya dalam hal yang bersentuhan dengan masyarakat, sejak wakil Bupati Majene Arismunandar menyatakan keinginannya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Majene 2024. Ini bisa menjadi preseden buruk.
“Bupati dan wakil diduga saling mencekal pengadaan barang dan jasa, khususnya sumber proyek APBD. Bahkan ada dugaan jual beli proyek melalui para broker di beberapa dinas untuk kepntingan politik,” ujar Anwar.(Ali).












