NEWS  

Mahasiswa Unsulbar Majene Melakukan PKM-RSH Salah Satu Obat tradisional Yang Berada Di Balla Kabupaten Mamasa

SULBAR99NEWS.ID, MAJENE – Dosen Pembimbing bersama Mahasiswa Unsulbar melakukan PKM – RSH (Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora) MA’PAKULI yang di lakukan di Kecamatan Balla khususnya di beberapa desa yakni Balla Satanetean dan Balla Barat sebagai tempat pengambilan sampel, dimana lokasi tersebut memiliki sekitar 30 sampel tumbuhan yang biasa di gunakan masyarakat sekitar untuk pengobatan tradisional.

Kegiatan tersebut diketua ii oleh Yunita Prodi Kehutanan Unsulbar Majene, bersma Dengan anggota dan Dosen pembimbing Faradillah Farid Hakim S.Si., M.Sc.

Baca Juga  BKD Sulbar Sukses Gelar Ujian Dinas dan UPKP 2025, 576 Peserta Antusias Ikuti Seleksi

Faradillah Farid Hakim mengatakan, “Beberapa tumbuhan yang kami dapatkan merupakan tumbuhan yang sangat langkah dan keberadaannya hampir punah yaitu
Umpu Tengko (Bahasa Mamasa) dan
Gantungan (Bahasa Mamasa).

Ia juga menambahkan, “Melestarikan Hutan, Menjaga Kearifan Lokal, Menelusuri Jejak Pengobatan Tradisional dengan Tumbuhan Langka di balik lebatnya hutan Indonesia, tersembunyi kekayaan alam yang tak ternilai – keanekaragaman hayati yang menyimpan potensi besar bagi kesehatan manusia.

“Sejak dahulu kala, masyarakat adat dan leluhur kita telah memanfaatkan pengetahuan turun-temurun untuk meramu obat-obatan tradisional dari tumbuhan hutan, namun laju modernisasi dan eksploitasi hutan yang tak berkelanjutan telah membawa ancaman serius bagi kelestarian tumbuhan langka ini,”tutupnya.

Baca Juga  Gubernur Suhardi Duka Tekankan Efisiensi Anggaran, Targetkan Ekonomi Sulbar Tumbuh 6 Persen

Hilangnya habitat dan pengambilan berlebihan dapat mendorong spesies-spesies ini menuju jurang kepunahan, sekaligus merenggut warisan budaya dan pengobatan tradisional yang terkandung di dalamnya.

Salah satu contohnya adalah tanaman Umpu Tengko (Bahasa Mamasa) , yang dihormati masyarakat adat karena khasiatnya dalam mengobati Luka Sayatan.

Baca Juga  Pilkada Sulbar 2024, Dua Bakal Paslon Gubernur Nyaris Tidak Lolos

Ironisnya, Umpu Tengko (Bahasa Mamasa) kini terancam punah akibat pengambilan yang berlebihan oleh warga setempat. Jika kita tidak bertindak sekarang, generasi penerus mungkin tidak akan pernah merasakan manfaat luar biasa dari tanaman ini.

Kehilangan Umpu Tengko (Bahasa Mamasa)  bukan hanya kehilangan obat tradisional, tetapi juga hilangnya kearifan lokal dan pengetahuan leluhur yang tak tergantikan. Oleh karena itu, melestarikan hutan dan menjaga kelestarian tumbuhan langka adalah sebuah tanggung jawab bersama.

(Indra Saputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *