Ratusan Pengendara Terjaring Operasi Patuh Marano 2024 di Majene, Mayoritas Sepeda Motor

Kasat Lantas Polres Majene, AKP Andri Aryansyah, S.I.K, didampingi Kasi Humas Iptu Suyuti

MAJENE, SULBAR99NEWS.ID—Operasi Patuh Marano 2024 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majene, Sulawesi Barat selama 14 mulai 15 hingga 28 Juli ini menindak ratusan pengendara.

Kasat Lantas Polres Majene, AKP Andri Aryansyah, S.I.K,  didampingi Kasi Humas Iptu Suyuti, menyampaikan, bahwa hasil pelaksanaan Operasi Patuh Marano 2024. telah dilakukan tindakan penilangan sebanyak 273 perkara.

“Ada peningkatan dari tahun sebelumnya, terutama dalam penegakan hukum terhadap roda dua. Operasi Patuh Marano tahun 2023 jumlahnya 101 kendaraan roda dua, sedangkan tahun 2024 mencapai 250 penilangan,  ada peningkatan sekitar 149 persen,” terang AKP Andri, Senin (29/7/2024).

Lanjut Andri menjelaskan, untuk penegakan hukum terhadap roda empat pada Operasi Patuh Marano 2024 ada penurunan 9 persen dibanding tahun lalu, tahun 2023 jumlah 32 kendaraan roda empat yang ditilang, sementara tahun 2024 jumlahnya 23 yang ditilang.

Baca Juga  Pembagian BLT-DD Desa Buttu Pamboang, Bhabinkamtibmas Lakukan Pengawasan

“Meski secara keseluruhan tahun ini jumlah pelanggaran mengalami kenaikan dibanding dengan tahun sebelumnya. Dan memang banyak yang terjadi pelanggaran itu adalah pengendara roda dua sebanyak 249,  terutama yang tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM serta pengendara yang masih dibawa umur,” ujarnya.

Menurut Andri, sebanyak 273 pengendara yang terjaring razia Operasi Marano 2024 ditinjau dari segi profesi pelanggar, mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa dengan jumlah 167 orang, karyawan/swasta sebanyak 59 orang, dan profesi lain-lain sebanyak 47 orang.

Baca Juga  Peringati Hari Pahlawan, Kapolres Majene Pimpin Upacara Ziarah Nasional Hari Pahlawan

“Golongan usia pelaku pelanggaran didominasi oleh usia 16-20 tahun sebanyak 160 orang, kemudian usia 21-25 sebanyak 57 orang, usia 26-30 sebanyak 41 orang, dan golongan usia lainnya sebanyak 15 orang,” bebernya.

Sementara untuk jumlah teguran pada Operasi Patuh Marano 2024 kata Andri mengalami penurunan sebesar 4 persen, dengan 164 perkara dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 273 perkara.

“Tujuan utama dari Operasi Patuh Marano ini adalah untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, dan fatalitas korban kecelakaan, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Selama Operasi, tercatat 6 kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban luka ringan sebanyak 10 orang dan kerugian materiil sebesar Rp. 14.000.000,” tandasnya.

Baca Juga  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Polres Majene Gelar Upacara

Andri Aryansyah juga menegaskan akan terus berkomitmen untuk melakukan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar dan mahasiswa. Terutama kepada para orang tua yang anaknya masih diizinkan mengendarai sepeda motor, meskipun belum cukup umur.  

“Melihat dari jumlah pelanggaran yang didominasi oleh pelajar/mahasiswa, kami dari Satuan Lalu Lintas Polres Majene akan terus melakukan edukasi serta pembinaan agar timbul kesadaran dalam berlalu lintas dan mereka dapat menjadi pelopor keselamatan di sekolahnya,” pungkasnya.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *