POLMAN, SULBAR99NEWS.ID—Koordinator Nusantara Crorruption Watch (NCW) Indonesia Timur, Anwar Hakim kembali soroti dugaan perbuatan curang di RSUD Hj.Andi Depu Polewalai Mandar.
Anwar mengatakan, Dugaan korupsi tersebut modusnya mark up anggaran, kemudian ada unsur dugaan kkn pihak rumah sakit yang diduga melibatkan direktur termasuk pejabat PPK dan antek-anteknya,.Termasuk adanya temuan utang RSUD sebesar 200 miliar lebih.
“Dari hasil penelusuran kami sesuai hasil pemeriksaan BPK ditemukan bahwa utang RSUD Andi Depu kabupaten Polewali Mandar sebesar 200 miliar lebih, itu sudah termasuk utang obat, makanan, minuman pasien dan lain-lain, sementara laporan RSUD sendiri ke Dewas 300 miliar lebih,” ungkap Anwar. Sabtu (24/8/2024).
Anwar berharap Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas adanya dugaan korupsi di RSUD Andi Depu Polman miliar rupiah, sesuai laporan hasil pemeriksaan BPK. Menurutnya kasus tersebut cepat atau lambat akan terungkap
“Kami berharap aparat penegak hukum baik Kejati maupun KPK untuk melakukan penelusuran dan mengusut tuntas, karena sumber dananya dari APBN. Dugaan perbuatan curang tersebut diduga terjadi dari tahun 2021. Kami juga dalam dalam waktu dekat ini akan melaporkan ke KPK,” ujarnya.(Ali).










