DAERAH  

Hadiri Paripurna DPRD Sulbar, Murdanil: Pengelolaan APBD Jadi Instrumen Nyata Layani Masyarakat

MAMUJU, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan jawaban Gubernur Sulbar, Suhardi Duka atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Rapat berlangsung di Gedung DPRD Sulbar, Kamis (11/9/2025).

Dalam rapat tersebut, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menyampaikan tanggapan atas pandangan, kritik, serta saran yang telah disampaikan oleh fraksi-fraksi DPRD.

Baca Juga  Biro Organisasi Sulbar Kebut Evidence Formasi Jafung Perencana OPD

Gubernur Sulbar, menegaskan bahwa seluruh masukan DPRD akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyempurnaan Ranperda APBD 2026 agar semakin berpihak pada kepentingan rakyat, memperkuat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas akses layanan publik.

Rapat Paripurna turut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, jajaran Pemerintah Provinsi, serta para pejabat terkait. Plt. Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, hadir mendampingi jalannya rapat sebagai wujud dukungan birokrasi terhadap agenda pembahasan keuangan daerah.

Baca Juga  Kabar Baik, SDK Siapkan Pergub dan Bantuan Rp 2 Juta per KK untuk Stunting dan Miskin Ekstrim

Sejalan dengan jalannya rapat, diharapkan sinergi antara eksekutif dan legislatif semakin diperkuat untuk menghasilkan kebijakan anggaran yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Baca Juga  Dinsos Sulbar Terima Bantuan Buffer Stock Logistik Bencana dari Kemensos RI

Diakhir acara, Plt. Karo Pemkesra Murdanil menyatakan “Melalui forum paripurna ini, kita meneguhkan komitmen bersama bahwa pengelolaan APBD harus menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sulawesi Barat. Sinergi eksekutif dan legislatif adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, transparan, dan berkelanjutan.” tutupnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *