JAKARTA, 9 November 2025 — Paprika kini semakin populer di berbagai hidangan modern Indonesia. Selain memberikan warna cerah dan rasa manis segar pada masakan, ternyata paprika menyimpan segudang kandungan gizi dan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Paprika merupakan tanaman dari keluarga Capsicum annuum, sama seperti cabai, namun memiliki kadar capsaicin yang rendah sehingga tidak terasa pedas. Tersedia dalam berbagai warna — merah, kuning, dan hijau — masing-masing jenis paprika memiliki kandungan nutrisi yang sedikit berbeda, namun sama-sama menyehatkan.
Kandungan Gizi Paprika
Menurut data gizi dari Badan Pangan Dunia (FAO) dan berbagai penelitian kesehatan, paprika kaya akan:
- Vitamin C — Kandungannya bisa mencapai tiga kali lipat lebih banyak dibanding jeruk.
- Vitamin A (Beta Karoten) — Menjaga kesehatan mata dan kulit.
- Vitamin B6 — Membantu metabolisme energi dan fungsi otak.
- Vitamin E — Antioksidan yang menjaga kesehatan sel.
- Serat dan Air — Membantu pencernaan dan menjaga hidrasi tubuh.
- Antioksidan kuat seperti lutein, zeaxanthin, dan quercetin yang berfungsi melawan radikal bebas.
Manfaat Paprika bagi Kesehatan
Para ahli gizi menyebut bahwa konsumsi paprika secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat berikut:
- Menjaga Kesehatan Mata
Kandungan beta karoten, lutein, dan zeaxanthin dalam paprika merah dan kuning dapat membantu mencegah degenerasi makula dan katarak. - Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Vitamin C yang tinggi membantu sistem imun melawan infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. - Menjaga Kesehatan Jantung
Antioksidan dalam paprika membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat (LDL), dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). - Mendukung Diet dan Pencernaan Sehat
Paprika rendah kalori, tinggi serat, dan membantu memperlancar sistem pencernaan serta menjaga berat badan ideal. - Mencegah Penuaan Dini
Vitamin E dan C dalam paprika berperan penting dalam menjaga elastisitas kulit dan melawan kerusakan akibat radikal bebas.
Catatan Konsumsi
Paprika aman dikonsumsi setiap hari, baik dalam keadaan mentah sebagai salad, ditumis, dipanggang, atau dimasak bersama bahan lain. Namun, sebaiknya tidak dimasak terlalu lama agar kandungan vitaminnya tidak berkurang.













