BERITA  

Buntut Dugaan Penggelapan Dana Zakat ASN, Kadis Pendidikan Majene Copot Bendahara Gaji

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Majene, Andi Asraf, Saat Menerima Pendemo, Senin (19/1/2026)

Majene, Sulbar.99news.id—Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  Majene, Andi Asraf Tammalele mencopot bendahara gaji ASN di Lingkup Dinasnya. Pasalnya  oknum bendahara tersebut diduga menggelapkan dana Zakat ASN.

Hal tersebut diungkapkan Andi Asraf dihadapan pendemo yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Mandar Raya, Senin (19/1/2026).

Mwnurut Andi Asraf, Pencopotan terhadap oknum bendahara gaji dijajarannya tersebut, berkaitan dengan aadanya dugaan penggelapan dana Zakat ASN yang seharusnya disetor ke BAZNAS.

“Ini sebagai komitmen kami dalam menegakkan aturan yang berlaku, apalagi oknum yang bersangkutan sejak beberapa hari ini tidak pernah muncul lagi, beberapa kali dihubungi melalui telpon tidak pernah dijawab, padahal kami sudah memberikan batas waktu untuk segera mengembalikan dana itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Ia mengatakan, dalam kasus ini dirinya menegaskan tidak akan mentoleril, apalagi ini dana ummat yang seharusnya tidak boleh disalahgunakan, adn persoalan ini terjadi sebelum ia menjabat kepala Dinas Pendidikan Majene.

”Waktu itu masih kepala Dinas PU Majene, hanya karena sekarang yang bersangkutan adalah bawahan saya tentu harus turun tangan,  bersyukur dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa atas aksinya ini, saya juga senang kalau ada aksi begini sebagai pengingat, agar kedepan menjadi pelajaran bagi siapapun untuk tidak melakukan pelanggaran hukum,” sebutnya.

Andi Asraf berjanji, akan menyerahkan persoalan ini ke aparat penegak hukum untuk penanganan lebih lanjut, jika memang nanti terbukti ada perbuatan melawan hukum ia minta agar diproses . Dia juga menduga dalam kasus ini ada beberapa oknum yang terlibat.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Majene, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

“Saya menduga ini oknumnya tidak satu orang. Kemudian terkait dengan persoalan  gaji TPG yang belum dibayarkan, sekarang sedang dalam proses pengurusan pencairan, kita tunggu saja,” ujar Andi Asraf.

Sementara itu. Sejumlah mahasiswa dalam aksinya yang digelar di halaman kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyampaikan sejumlah tuntutannya, agar oknum yang diduga terlibat dalam dugaan penggelapan dana Zakat segera diproses dan diserahkan ke Aparat Penegak Hukum.

“Dana zakat adalah dana ummat yang seharusnya tidak boleh disalahgunakan, dan wajib dikelola dengan baik, gaji dan tunjangan guru harus segera dibayarkan. Olehnya itu kami juga mendsak agar pihak Kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini.Kami juga menolak pembiaran dan ketidak adilan,” sebut pendemo saat orasi.

Baca Juga  Pemda Majene Harus Tegas Tindak Peraktik Mafia Tanah

Adapun tuntutan yang disampaikan pendemo antara lain, Mendesak Kejaksaan Negeri Majene segera membuka penyelidikan dan penyidikan resmi atas dugaan penggelapan dana zakat dan dugaan korupsi gaji 13 TPG TA 2024 hingga tuntas.

Memulihkan dan mengembalikan dana zakat ke Baznas Majene sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Memeeriksa rekening bendahara gaji Disdikpora Majene, membuka rekening koran, serta membuplikasikan laporan pertanggungjawaban keuangan kepada masyarakat.

Menyalurkan kekurangan pembayaran gaji 13  TPG guru secara penuh tanpa syarat dan tanpa penundaan, dan mencopot kepala Dinas dan Bendahar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag kabupaten Majene, karena gagal menjaga amanah dan berpotensi melanggar hukum.(Ali)          

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *