Majene, Sulbar.99news.id—Pekerjaan jalan di jalur tran sulawesi, tepatnya di Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene yang bersumber anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum tahun Anggaran 2025 menuai sorotan publik.
Pasalnya, ruas jalan yang belum lama ini selesai dibangun saat kini sudah terlihat mulai retak-retak. Proyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp.47 miliar lebih tersebut diduga tidak sesuai bestek.
Rahmat warga setempat menyampaikan, Jika proyek jalan baru belum sebulan selesai dikerjakan sudah retak, ini indikasi kuat adanya masalah dalam pelaksanaan atau kualitas material, seperti mutu beton/aspal kurang, kurangnya perawatan (curing).
“Kesalahan metode pengerjaan, misal cor tidak sekaligus, atau desain yang kurang memadai, yang bisa menimbulkan keretakan dini akibat beban lalu lintas atau faktor lingkungan, apalagi dilokasi ini sudah beberapa kali tanahnya bergerak pada saat terjadi hujan deras,” ungkap Rahmat, ditemui dilokasi Kamis, (8/1/2026)

Ia juga mengatakan, bahwa berdasarkan informasi di papan kegiatan, proyek tersebut merupakan proyek dari kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker Pelaksaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Sulawesi
“Anggarannya cukup besar 47 miliar lebih waktu pelaksanaannya mulai bulan April dan berakhir bulan Desember 2025. Sebelumnya juga sudah pernah dikerjakan menghabiskan anggaran miliaran rupiah, ini terkesan proyek mubazzir,” tandasnya.
Warga lannya Aco Bahri melalui akun face booknya mem berkomentar, Pembangunan jalan di Rangas yang menggunakan dana miliyaran sudah hancur lagi, entah apanya yang salah, kalau karena cuaca saat ini musim itu tidak mengkin, karena hujan belum terlalu ekstrem.
“Apakah ada pengaruhnya dengan angin kencang, ini juga tidak mengkin karena biasanya angin kencang hanya merobohkan pohon, rumah dan atap, atau adakah gempa bumi disekitar lokasi, kayaknya juga tidak ada,” tulisnya.

Sebelumnya penggiat anti korupsi Anwar Hakim menyampaikan, Proyek perbaikan jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dengan anggaran Rp.47 Miliar lebih akan menjadi proyek yang mubazzir
Menurutnya, anggaran Rp 47 Miliar itu terlalu besar kalau kontruksi pekerjaan tidak tepat dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, apalagi lokasi tersebut tanahnya sangat labil dan sering terjadi longsor pada saat hujan.
“Kalau tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang, yakin proyek itu nantinya jadi proyek mubazir dan hanya menghambur-hamburkan uang negara, apalagi saya melihat pekerjaan itu tidak terlihat seperti terburu-buru, takut nanti belum selesai hingga masa waktunya,” ungkap Anwar denga nada sedikit pesimis.
Anwar mengatakan, Kalau harus habiskan dana Rp 47 Miliar untuk pekerjaan perbaikan jalan, kemudian hasilnya tidak maksimal, ini cukup mencengangkan,”Apalagi sebelumnya dilokasi tersebut telah dilakukan perbaikan jalan sepanjang 300 meter dan menghabiskan anggaran miliar rupiah,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dari penanggungjawab proyek, dalam hal ini pihak BPJN Sulawesi Barat mengenai penyebab pasti keretakan jalan tersebut maupun rencana tindak lanjut yang akan dilakukan.(Ali).












