DAERAH  

Bekali Finalis Putera-Puteri Sulbar 2026, Kabid Pengembangan Destinasi : Generasi Muda Penting Ambil Bagian

Bekali Finalis Putera-Puteri Sulbar 2026, Kabid Pengembangan Destinasi

MAMUJU — Sebanyak 19 Finalis Putera-Puteri Sulawesi Barat 2026 mendapat pembekalan mengenai kepariwisataan di Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulawesi Barat, Kamis, 8 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Sahabat Pemuda Prestasi Indonesia tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Sumber Daya dan Kelembagaan Pariwisata Dispoparekraf Sulbar, Imelda Adhy Yanti, sebagai pemateri.

Di kesempatan tersebut, Imelda memberikan pemahaman mengenai pengembangan desa wisata serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengenali, mengembangkan, dan mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki Sulawesi Barat.

Ia menekankan bahwa desa dan kelurahan memiliki posisi strategis sebagai lokus pengembangan destinasi.

Baca Juga  Hari Ini, Lima Kabupaten di Sulbar Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem Hingga Longsor

Menurut Imelda, pembangunan pariwisata perlu dimulai dari desa karena membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan.

Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang mendorong penguatan potensi daerah dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Setiap orang memiliki ruang untuk terlibat dalam pembangunan pariwisata. Karena itu, desa dan kelurahan harus kita dorong menjadi lokus wisata yang tumbuh berdasarkan potensi dan kekuatan masyarakat setempat,” ujar Imelda.

Ia menjelaskan, Sulawesi Barat memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, baik alam, budaya maupun buatan. Karena itu, setiap desa perlu mampu mengenali potensinya, menentukan keunikannya, serta membangun keterlibatan masyarakat berdasarkan kesamaan minat dan niat.

Baca Juga  TP PKK Sulbar dan Dinkes Sulbar Dorong Kolaborasi Penanganan Stunting di Majene

“Terlalu banyak hal indah di desa yang tidak kita temukan di kota. Tinggal bagaimana kita mengenali potensinya, menentukan keunikannya, kemudian membangun keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Imelda juga menekankan pentingnya penerapan Sapta Pesona dalam pengembangan destinasi karena menjadi bagian penting dalam menciptakan kenyamanan dan pengalaman wisata yang baik.

Selain itu, keberadaan kelembagaan pengelola melalui penetapan SK dinilai penting untuk memastikan pengelolaan destinasi berjalan secara terarah dan memiliki pembagian tugas yang jelas.

Baca Juga  Biro Hukum Setda Sulbar Dukung Penuh Monitoring Pelaksanaan Pergub Pakaian Dinas ASN

Sementara itu, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menekankan bahwa pembekalan kepariwisataan kepada para finalis menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu ikut memperkenalkan potensi pariwisata Sulawesi Barat.

“Mereka bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi representasi generasi muda Sulawesi Barat, tetapi juga diharapkan mampu menjadi duta yang mengenalkan potensi pariwisata daerah, khususnya kekayaan alam, budaya dan desa wisata yang kita miliki,” ujarnya.

Melalui pembekalan tersebut, 19 Finalis Putera-Puteri Sulawesi Barat 2026 diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang kepariwisataan sekaligus mampu mengambil peran dalam mempromosikan potensi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *