JAKARTA — Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan persiapan pementasan Legenda La Salaga dan Keris Manurung yang mengangkat kisah sejarah dan budaya Kerajaan Mamuju. Hal tersebut dilakukan melalui monitoring langsung proses latihan pementasan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan pementasan yang dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 di Amfiteater TMII, Jakarta. Pementasan tersebut menjadi salah satu bentuk promosi kebudayaan Sulawesi Barat melalui seni pertunjukan yang mengangkat kekayaan sejarah dan tradisi daerah.
Dalam proses latihan, tim pementasan mempersiapkan berbagai aspek pertunjukan, mulai dari pendalaman cerita, penghayatan karakter, hingga penyelarasan adegan. Persiapan ini dilakukan untuk menghadirkan pertunjukan yang menarik sekaligus menyampaikan nilai-nilai sejarah dan budaya Kerajaan Mamuju kepada masyarakat luas.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma mengatakan, Legenda La Salaga dan Keris Manurung merupakan bagian dari kekayaan cerita sejarah dan warisan budaya Sulawesi Barat yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
“Melalui pementasan ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih dekat sejarah Kerajaan Mamuju serta memahami pentingnya menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah,” kata Gemilang.
Ia menegaskan, Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong promosi potensi budaya daerah di tingkat nasional. Pemanfaatan panggung seni di TMII diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas pengenalan kebudayaan Sulawesi Barat kepada masyarakat dari berbagai daerah.
“Pementasan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah Sulawesi Barat melalui pendekatan seni pertunjukan yang edukatif dan menghibur,” ucapnya.
“Jangan lupa datang ke TMII dan saksikan Pementasan Legenda La Salaga dan Keris Manurung dari Kerajaan Mamuju pada 8 November 2026 di Amfiteater TMII, Jakarta. Mari bersama mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan sejarah serta budaya Sulawesi Barat,” ajak Gemilang.












