MAMUJU — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan kerja jajaran Bapenda Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka berbagi praktik baik pengelolaan pendapatan daerah, khususnya optimalisasi pemungutan Pajak Air Permukaan (PAP). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Wahab Hasan Sulur, didampingi Plt. Sekretaris Bapenda Sulbar, Ulwiah, Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan dan Teknologi Informasi (P2TI) Muh. Saleh, Kepala UPTD Samsat Mamuju, Rosianah M. Nadir, serta staf teknis di ruang rapat Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Rabu, 26 Agustus 2026.
Jajaran Bapenda Provinsi Kalimantan Timur yang melakukan kunjungan terdiri atas Dasmiah selaku Plt. Kepala Bapenda Provinsi Kalimantan Timur, Indun Salbiah Ningsih selaku Kepala UPTD Samarinda, Willie H. Yulian selaku Kepala UPTD Balikpapan, Juraidah Diany selaku Plt. Kepala Bidang Penerimaan Bukan Pajak Daerah, serta Eka Damayanti selaku staf.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman, informasi, dan pendekatan dalam pengelolaan pendapatan daerah. Salah satu fokus utama pembahasan adalah implementasi optimalisasi pemungutan PAP, mulai dari pengelolaan data, pendataan objek pajak, mekanisme pemungutan, hingga strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Wahab Hasan Sulur, menyampaikan bahwa pertukaran praktik baik antardaerah merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola pendapatan daerah yang semakin efektif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan daerah.
“Pertemuan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan praktik yang telah diterapkan masing-masing daerah. Khususnya dalam pengelolaan Pajak Air Permukaan, kami dapat melihat berbagai pendekatan yang dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan dalam meningkatkan optimalisasi penerimaan daerah,” ujarnya.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam mendorong optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas fiskal dan mendukung pembiayaan pembangunan daerah.
Sementara itu, Dasmiah selaku Plt. Kepala Bapenda Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan keterbukaan Bapenda Sulbar dalam berbagi pengalaman mengenai pengelolaan PAP. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperoleh referensi dan gambaran langsung mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam meningkatkan optimalisasi penerimaan PAP.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung praktik yang dilakukan Bapenda Sulawesi Barat, khususnya dalam optimalisasi Pajak Air Permukaan. Kami berharap pengalaman dan informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan pendapatan daerah di Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Usai pertemuan di ruang rapat Bapenda Sulbar, jajaran Bapenda Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan kunjungan lapangan dengan mendatangi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamuju. Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Kepala UPTD Samsat Mamuju, Rosianah M. Nadir, bersama staf teknis dari Bidang Pengawasan dan Evaluasi Bapenda Provinsi Sulawesi Barat.
Menurut Dasmiah, kunjungan lapangan ke PDAM Kabupaten Mamuju juga memberikan nilai tambah karena dapat memperlihatkan secara langsung bagaimana potensi PAP diidentifikasi, didata, dan diawasi. Hal tersebut dinilai penting dalam membangun sistem pemungutan yang lebih optimal dan berbasis data.
Kunjungan ke PDAM Kabupaten Mamuju merupakan bagian dari agenda untuk melihat secara langsung implementasi dan pengelolaan yang berkaitan dengan potensi Pajak Air Permukaan. Melalui kunjungan lapangan tersebut, jajaran Bapenda Kaltim memperoleh gambaran faktual mengenai proses pendataan, pengawasan, serta upaya optimalisasi potensi PAP yang dilakukan di Sulawesi Barat.












