DAERAH  

FGD Transformasi Kinerja Kader, Dorong Kolaborasi Puskesmas dan Masyarakat Percepat Penurunan Stunting di Mamuju

FGD Transformasi Kinerja Kader

MAMUJU – Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta mempercepat penurunan stunting di Sulawesi Barat.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Transformasi Kinerja Kader melalui Pengabdian kepada Masyarakat: Pendekatan Kolaboratif untuk Peningkatan Efektivitas dan Kualitas Layanan” yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju di Aula Kelurahan Binanga, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Saleh. FGD menjadi ruang untuk menggali kebutuhan, tantangan, dan strategi penguatan peran kader agar semakin efektif dalam mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat.

Baca Juga  12 Agenda Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-79 di Sulbar

Muh. Saleh menyampaikan bahwa kader memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi, edukasi, deteksi dini, pencatatan, pelaporan, serta menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kader merupakan bagian penting dari jejaring pelayanan kesehatan di masyarakat. Kader harus diperkuat agar mampu menjadi penggerak, memberikan edukasi, menemukan masalah kesehatan sejak dini, dan menghubungkan masyarakat dengan Puskesmas,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kader juga harus berjalan bersama dengan penguatan Puskesmas. Puskesmas diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan ketika masyarakat datang, tetapi juga mampu membangun sistem pembinaan kader, melakukan pendampingan, memanfaatkan data kader, serta memastikan setiap permasalahan kesehatan yang ditemukan mendapatkan tindak lanjut.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Disperkimtanhub Sulbar dan Satker PKP Matangkan Usulan Bantuan Program Prioritas 2026

Kegiatan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.

Sementara itu, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurut Nursyamsi, percepatan penurunan stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi di fasilitas kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan kader, keluarga, pemerintah desa/kelurahan, perguruan tinggi, serta berbagai sektor terkait agar intervensi dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Hari Sumpah Pemuda ke-97, Gubernur Sulbar Ajak Pemuda Bergerak Hadapi Perubahan Zaman Peringatan Sumpah Pemuda, Gubernur Suhardi Duka: Saatnya Pemuda Sulbar Menantang Zaman dan Menangkap Peluang Gubernur SDK Tekankan Semangat “Pemuda Bergerak” di Peringatan Sumpah Pemuda

“Kader adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kapasitas dan kinerja kader harus terus kita tingkatkan agar mampu membantu menemukan masalah kesehatan lebih awal dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” kata Nursyamsi.

Ia berharap kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Mamuju, DKPPKB Sulawesi Barat, Puskesmas, kader dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan FGD, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk pendampingan, inovasi, peningkatan kapasitas, serta tindak lanjut yang terukur di lapangan.

“Kolaborasi yang kuat akan menghasilkan pelayanan yang lebih dekat, responsif dan berkualitas. Pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya kinerja kader, tetapi masyarakat yang lebih sehat dan sumber daya manusia Sulawesi Barat yang unggul,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *