MAJENE, SULBAR99NEWS.ID–Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adang Ginanjar meninjau gedung DPRD Majene yang dirusak massa pengunjuk rasa saat unujukrasa kawal putusan MK pada, Jumat (23/8/2025) sore.
Adang didampingi sejumlah pejabat Polda Sulbar, Kapolres Majene, AKBP Toni Sugadr bersama para Kasat jajaran Polres Majene.Sebelum mengunjungi TKP, Kapolda Sulbar memimpin rapat evaluasi bersama seluruh pejabat utama Polres Majene untuk membahas aksi yang berujung ricuh.
Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM), dipimpin oleh Misbahuddin. Di kantor DPRD, Kapolda langsung memeriksa satu persatu ruangan rapat paripurna yang menjadi titik pusat kericuhan.
Kapolda Sulbar Irjen Pol.Adang Ginajar menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada mahasiswa. Ia menginstruksikan Kapolres dan seluruh personelnya untuk membangun komunikasi yang baik dan empatik dengan para mahasiswa.
“Sebagai petugas, kita harus proaktif mengawal mahasiswa saat berunjuk rasa. Kita harus berani tampil membangun komunikasi yang baik, terutama saat tensi aksi tinggi,” kata Adang, disela-sela kunjungannya di gedung DPRD Majene, Sabtu (24/8/2024).
Ia berharap pendekatan persuasif tersebut, dapat meredam emosi mahasiswa dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.“Dengan komunikasi yang baik, kita bisa membangun simpati dan kepercayaan dari para mahasiswa terhadap pelayanan Kepolisian,” ujarnya.
Adang juga menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini.“Kami akan mengevaluasi kinerja personel dan strategi pengamanan yang diterapkan selama aksi unjuk rasa,” tegasnya.
Menurutnya, Evaluasi ini bertujuan untuk menemukan solusi dan strategi yang lebih efektif dalam menangani aksi unjuk rasa di masa mendatang. (Ali).












