DAERAH  

Kesbangpol Sulbar Fasilitasi Dialog Pencegahan IRET, Gubernur Tekankan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan bagi Generasi Muda

Suhardi Duka

MAMUJU — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat memfasilitasi pelaksanaan Dialog Interaktif Pencegahan Penyebaran Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET). Kegiatan berlangsung di Ballroom Andi Depu, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Merawat Kebhinekaan, Memperkuat Ketahanan Nasional, Menuju Sulawesi Barat yang Aman, Damai dan Sejahtera” dan diikuti ratusan peserta secara luring maupun daring dari berbagai unsur masyarakat.

Baca Juga  Terkait Sandeq Silumba 2026, Ini Penjelasan Dispoparekraf Sulbar

Dalam dialog tersebut, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga penguatan ketahanan sosial, pemerataan pembangunan dan pemahaman kebangsaan.

Suhardi Duka juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Baca Juga  ESDM Sulbar Usung Inovasi "MITRA TAMBANG", Fokus pada Pengelolaan Dana PPM yang Lebih Baik

Kepala Kesbangpol Sulbar, Muh. Darwis Damir, mengatakan fasilitasi dialog tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi dan pemahaman masyarakat terkait pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme.

“Kesbangpol terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan dan kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda. Pencegahan perlu dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, keluarga dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Darwis.

Baca Juga  Harga Cabe di Majene Relatif Tinggi. Pj Bahtiar: Seribu Pohon Bisa Hasilkan Sejuta Rupiah Seminggu

Dialog menghadirkan Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta sebagai keynote speaker serta Muhammad Sofyan Sauri dan Suryadi Masud sebagai narasumber. Kegiatan merupakan kolaborasi Pemprov Sulbar, Polda Sulbar, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Darwis menambahkan, forum tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga kerukunan, kebhinekaan dan stabilitas daerah melalui langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *