DAERAH  

Pascagempa Sulteng, Diskominfo Sulbar Imbau Warga Waspadai Hoaks Visual AI

Pascagempa Sulteng, Diskominfo Sulbar Imbau Warga Waspadai Hoaks Visual AI

MAMUJU— Dinas KominfoSS Sulbar mengimbau masyarakat mewaspadai penyebaran foto dan video pascagempa yang belum terverifikasi, termasuk konten visual yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, meminta masyarakat tidak langsung mempercayai maupun membagikan informasi yang sumbernya tidak jelas. Ia menegaskan pentingnya memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, BMKG, dan media kredibel.

Baca Juga  Bersama Gubernur Sulbar, Wagub Salim S Mengga Sebut Pembangunan Infrastruktur dan Kesehatan Sudah Berjalan di 100 Hari Kerja

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan foto dan video pascagempa yang sumbernya tidak jelas. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, maupun media yang kredibel. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Ridwan, Selasa 16 Juni 2026.

Lanjut Ridwan, setiap masyakarat punya tanggungjawab menjaga kondisi agar tetap tenang dan tidak membuat warga lain panik, utamanya di media sosial yang memungkinkan setiap org bisa membuat dan menyebarkan informasi

Baca Juga  Tingkatkan Kepatuhan Pengadaan, Pengelola BMD Biro Organisasi Setda Sulbar Konsultasi RUP di Biro Barjas

“Selektif baca informasi, sebelum dibagikan. Pastikan dr sumber informasi resmi dan terpercaya,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, AI merupakan teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, pelayanan publik, pendidikan, hingga pengembangan UMKM. Namun, teknologi tersebut juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat konten palsu yang menyesatkan.

Baca Juga  Kepala DKPPKB dr. Nursyamsi Hadiri Pisah Sambut Kabiddokkes Polda Sulbar, Sinergi Lintas Sektor Kesehatan Semakin Diperkuat

Karena itu, sebagaimana arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, pentingnya mendorong literasi digital dan lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Dia juga mengajak insan pers dan seluruh pihak bersama-sama memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks visual yang beredar di media sosial. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *