Bupati dan Wakil Bupati Majene Diisukan Pecah Kongsi di Pilkada 2024

MAJENE, SULBAR.99NEWS.ID—Sejumlah nama yang bakal maju di Pilbup Majene 2024 bermunculan. Terbaru, wakil Bupati Arismunandar yang bakal maju yang mengambil formulir penjaringan di DPC Partai Nasdem Kabupaten Majene.

Dengan demikian, Arismunandar bisa dipastikan pecah kongsi dengan Bupati Majene saat ini, Andi Achmad Syukri yang juga dipastikan akan maju sebagai petahana diusung melalui Partai Demokrat.

Sebelumnya, nama Andi Ruskati anggota DPR RI telah lebih dahulu menyatakan maju sebagai bakal calon bupati Majene pilkada 2-24 yang mengambil formulir penjaringan di Partai Amanat Nasional (PAN) Majene beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Bawaslu Majene Kembali Ingatkan ASN Jaga Netralitas Di Pilkada 2024

Penggiat anti korupsi dan pengamat politik Indonesia Timur, Anwara Hakim  mengatakan,  Bahwa ulasan singkat rumor berkembang di Majene berkenaan isu pecah kongsi 01 dan 02, dalam kontes kepala daerah.bahwa sepertinya mereka tidak memahami dalam sistem kelembagaan Indonesian atas dasar pembagian kekuasaan bukan lagi pemisahan kekuasaan .

“Dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014,  bahwa kepala daerah adalah mempunyai kewenangan, sementara wakil kepala daerah hanya memiliki tanggung jawab dan selanjutnya sebagai pembantu kepala daerah, bahwa oleh karena itu jangan karna hanya kepentingan pribadi mereka mau saling mencarikan kesalahan,” kata Anwar. Rabu (1/5/2024)

Baca Juga  Arismundar Resmi Dapat Rekomendasi dari 2 Partai untuk Pilkada Majene

Sementara kepala daerah dan wakil kepala daerah menurut Anwar,  dalam sumpah  jabatan antara lain mensejahterakan rakyat, menjaga ketertiban dan keamanan,  kemudian juga tidak melakukan praktek KKN.

“Jangan seperti tidak mampu membedakan di mana tugas dan kewenangan bupati dan tugas dan tanggung jawab wakil bupati,  sehingga dalam konteks tersebut masing-masing saling menyalahkan wakil bupati kepada bupati,  demikian juga bupati kepada wakilnya oleh karena tidak memahami asas doe process of law,” ujarnya.

Baca Juga  Maju Calon Bupati Majene, Arismundar Resmi Daftar di Partai Nasdem

Ia juga memberi gambaran,  bahwa adanya potensi terjadinya pecah kongsi untuk saat ini kurang tepat, disebabkan  keduanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam trigger konstitusi belum selesai.

“Saya kira itulah yang barang kali perlu mengedepan introspeksi mumpung masih ada waktu untuk melakukan pembenahan menuju pilkada Majene tahun 2024, saya juga berharap agar pihak-pihak lain bisa saling menjaga etika dan tidak memperuncing suasana lantaran adanya isu pecah kongsi,” pungkasnya.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *