DAERAH  

Tangkap Peluang Kenaikan Harga Kelapa, Disbun Sulbar: Tingkatkan Produksi dan Tambah Luas Areal Tanam

MAMUJU — Komoditas Kelapa merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulbar. Harga komoditas ini terus mengalami kenaikan beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Herdin Ismail, mengatakan, komoditas ini menjadi salah satu produk unggulan yang menjanjikan dan menjadi keuntungan bagi para petani kelapa di Sulbar. Khususnya mereka yang umumnya bermukim di sepanjang pesisir pantai dan berpenghasilan menengah ke bawah.

Baca Juga  Indeks SPBE OPD Pemprov Sulbar Tahun 2025 Meningkat, Diskominfo Sulbar Apresiasi Kerja Sama OPD

Diketahui bahwa harga kelapa sebelumnya hanya sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000 per biji. Adanya kenaikan harga kelapa mulai dari Rp7000 hingga Rp10000 per biji bahkan lebih mahal lagi kalau untuk pasar ekspor, menyebabkan peningkatan pendapatan petani kelapa.

Untuk itu, dengan komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur, Suhardi Duka dan Salim S Mengga, mendorong petani kelapa untuk meningkatkan produktifitas komoditas ini dalam mewujudkan visi-misi pembangunan; mewujdikan pertumbuhan ekonomini inklusif dan berkelanjutan, serta menjadi salah satu solusi percepatan pementasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Permudah Akses Layanan Hukum, Biro Hukum Setda Sulbar Perkuat Digitalisasi dan JDIH.

Disisi lain, menurut Plh, Sekda Provinsi Sulbar ini, kenaikan harga dan meningkatya permintaan ekspor kelapa menyebabkan stok kelapa di pasar-pasar lokal/tradisional berkurang dan mengalami kenaikan harga, sehingga membebani konsumen serta berkurangnya omzet/pendapatan para pedagang kelapa di pasar tradisional.

Baca Juga  DKPPKB Sulbar Hadiri Peresmian Gedung Baru Bank Sulselbar, Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Olehnya, untuk menjaga kestabilan stok kelapa di pasaran, maka salah satu langkah yang dapat dilakukan, jangka pendeknya memacu peningkatan produksi kelapa melalui intensifikasi.

“Sedangkan untuk jangka panjang melakukan peremajaan tanaman dan penambahan luas areal tanaman kelapa,” tutup Herdin, Kamis 8 Mei 2025. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *