Oleh: drg. Rubiah Lenrang
(Praktisi Kesehatan dan Ibu Rumah Tangga)
Bulan Agustus hampir berlalu, tapi euforia kegembiraan hari kemerdekaan RI masih memenuhi halaman media sosial. Namun, di balik perayaan itu, ternyata ada banyak permasalahan yang sedang dialami ibu pertiwi ini.
Dikutip dari cnbcindonesia.com, 8 Agustus 2025, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), mencatatkan penurunan simpanan nasabah perorangan di perbankan pada triwulan I-2025. Simpanan individu turun 1,09% secara tahunan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa banyak masyarakat mulai menggunakan tabungan mereka untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.
Dalam riset Indonesia Economic Outlook Q3-2025, LPEM UI menyebutkan dana yang ditarik umumnya digunakan untuk kebutuhan pokok seperti makanan, listrik, air, dan transportasi. Hal ini menunjukkan bahwa penghasilan masyarakat stagnan dan bahkan cenderung turun seiring harga-harga barang yang semakin melonjak.
Dalam hal ekonomi kita belum sepenuhnya merdeka, walaupun bangsa ini tidak lagi dijajah secara fisik. Karena kemerdekaan seharusnya memancarkan kesejahteraan rakyat. Namun, jika rakyat belum mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari, maka kemerdekaan kita masih perlu direnungi bersama. Sebagai bangsa yang merdeka, masih pantaskah kita bertepuktangan dengan penuh bangga?
Penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang mengutamakan kepentingan para pemilik modal telah mengabaikan kesejahteraan rakyat. Freeport merupakan korporasi asing pertama asal Amerika yang beroperasi untuk menjarah emas Papua. Kemudian dilanjutkan dengan perusahaan-perusahaan asing lainnya. Mereka mengeruk kekayaan alam Indonesia dengan dalih investasi. Hal ini membuktikan bahwa negara-negara penjajah tidak akan pernah ikhlas melepaskan wilayah jajahan. Penjajahan dibungkus dengan sangat ramah melalui globalisasi, pasar bebas, investasi, dan privatisasi.
Penjajahan tak hanya tampak dalam hal ekonomi, melainkan juga dalam seluruh aspek kehidupan politik, sosial budaya, hingga ideologi. Bahkan pola pemikiran generasi muslim dialihkan dari nilai-nilai islam kepada nilai-nilai sekuler, memisahkan agama dari kehidupan. Hal tersebut bisa menjerumuskan generasi kepada pemikiran yang jauh dari keshahihan.
Sungguh Islam agama yang disempurnakan Allah SWT telah memberikan jalan keluar yang benar. Dalam Islam, kekayaan alam yang berjumlah banyak atau melimpah adalah milik umat. Walaupun milik umat, tapi pengelolaannya dilakukan oleh negara. Hasil dari pengelolaan sumber daya alam tersebut dikembalikan kepada umat. Sehingga kebutuhan masyarakat akan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan terpenuhi dengan baik. Sekaligus sebagai bukti bahwa negara mengurusi dan menjamin kesejahteraan rakyatnya.
Negara melakukan industrialisasi sehingga membuka lapangan pekerjaan. Negara juga memberikan tanah bagi yang mau menghidupkan. Bagi fakir miskin, negara memberikan santunan dari baitulmal.
Selain itu, sistem syariat Islam yang sempurna juga akan memelihara pola fikir umat Islam agar tetap selaras aturan syariat dan hidup dalam ketaatan kepada Allah.
Untuk meraih kemerdekaan hakiki, butuh aktivitas perubahan hakiki. Saat ini sudah ada geliat perubahan di tengah masyarakat, seperti fenomena One Piece dan berbagai pendapat yang mengkritik kebijakan yang cenderung menyakiti hati rakyat. Namun sayangnya, aksi ini belum mencapai pada akar masalahnya, yaitu keberadaan sistem kapitalisme yang merusak negeri ini. Untuk itu, perlu perubahan hakiki melalui dakwah Islam ideologis yang melakukan perubahan hakiki dari sistem kapitalisme sekuler menuju sistem Islam yang diridhoi Allah SWT.













