NEWS  

36 Orang Diduga Keracunan Usai Menyantap MBG

Majene, Sulbar.99news.id—Puluhan anak sekolah dan balita di Desa Tubo, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene diduga mengalami gejala keracunan massal, usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MGB), Selasa (13/1/2026).

Peristiwa tersebut sontak menjadi viral di media sosial, dan menjadi perhatian publik. Kasus dugaan keracunan massal yang diduga berasal dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)  dari Yayasan Kreatif Jaya Perdana Bangsa, Kecamatan Tubo Sendana.

Informasi yang diperoleh dari Polsek Sendana menyebutkan, Jumlah korban yang diduga kracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 36 orang, diantaranya balita dan pelajar dari Sekolah Menengah Atas.

Baca Juga  Kejaksaan Majene Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Kapal

“Setelah kami menerima laporan adanya kasus dugaan keracunan, langsung mendatangi Puskesma Sendana II desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana untuk mengecek langsung para korban,” terang Kapolsek Sendana, Iptu Muh.Ashari.

Menurut Ashari, Para korban diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi paket makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini mulai diketahui sekitar pukul 20.30 Wita,  saat sejumlah orang tua membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan dengan keluhan medis yang serupa.

Baca Juga  Dari IBF TVOne, Suhardi Duka Suarakan Harapan: Keadilan Pajak dan Pendapatan Daerah Harus Diperjuangkan Bersama

“Para korban mengalami gejala mual, muntah berulang kali, sakit perut hebat, hingga diare. Data yang kami dapatkan jumlah korban sebanyak 36, diantaranya ada beberapa balita, para korban saat ini masih mendapat perawatan medis. Kami juga sementara melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Salah seorang warga Tubo Sendana Ramli mengatakan,  bahwa peristiwa  tersebut sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama bagi para orang tua korban.

Baca Juga 

“Awalnya kami mengira korban hanya sakit perut biasa, namun ternyata banyak korban yang lain mengalami hal yang sama setelah mereka usai makan dari dapur MBG. Kami jadi panik dan takut,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Majene, Hj, Yuliani belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab dugaan keracunan MBG, meski beberapa kali dihubungi sejumlah wartawan, namun tidak pernah menjawab.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *