Majene, Sulbar.99news.id—-Panitia pemilihan dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar periode 2026-2030, diminta untuk bersikap transparan dan bebas dari intervensi politik serta kepentingan tertentu.
Pasalnya terdapat kekhawatiran adanya infiltrasi politik, nepotisme, dan praktik transaksional yang dinilai dapat mencoreng marwah universitas. Asupan publik dan tahapan verifikasi berkas sering menjadi perhatian dalam menuntut transparansi, termasuk memastikan calon memenuhi syarat kesehatan dan kualifikasi lainnya.
Salah seorang pemerhati pendidikan, Ahmad kepada media Sulbar.99news.id mengatakan, Transparansi sangat ditekankan agar pemilihan pimpinan fakultas menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan dipercaya oleh sivitas akademi
“Kita berharap agar panitia pemilihan Dekan FKIP Unsulbar yang saat ini sedang berlangsung berlaku adal, dan transparan, tidak ada intervensi dari pihak lain, apalagi saya dapat informasi ada salah satu peserta yang disinyalir terlambat memasukkan berkas, ini tidak boleh dibiarkan terjadi,” tegas Ahmad
Ahmad juga menegaskan, bahwa proses pemilihan dekan FKIP tersebut harus berjalan dengan baik, jangan ada permainan curang atau praktek politisasi, dan nepotisme yang akan mencoreng marwah kampus di Unsulbar yang seharusnya menjadi kehidupan demokrasi di kampus.
“Kami menuntut semua calon dekan berani memaparkan gagasan, visi, dan misi secara transparan. Jangan sampai mahasiswa membeli kucing dalam karung. Pemilihan dekan yang tidak transparan berpotensi berdampak langsung pada mahasiswa, Insya Allah kami akan terus mengawal proses pelaksaan pildek ini,” ujarnya.(Ali).













