KAMPUS  

Unsulbar Akan Ubah Bakteri Mangrove Jadi Pakan Udang Dengan Alat Tes DNA

Dr.Nur Indah Sari Arbit, M.Si, Peneliti dari Unsul

MAJENE, SULBAR.99NEWS.id—Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) saat ini mulai mengembangkan riset yang akan mengubah bakteri di tanaman Mangrove menjadi pakan udang.

Riset yang dilakukan tim Genomik Unsulbar menargetkan menemukan pakan yang cocok dalam rangka ikut mendukung peningkatan produksi Udang Vaname. 

Menurut peneliti utama Unsulbar, Dr.Nur Indah Sari Arbit, M.Si. Dalam penelitian tersebut pihaknya menggunakan alat canggih Tes DNA Unsulbar yang merupakan sumbangan yayasan Satria Budi Dharma Setia.

“Tim peneliti Unsulbar termotivasi untuk meriset bakteri di Mangrove dan mengubahnya menjadi pakan udang Vename,  karena melihat salah satu tantangan usaha budidaya udang tersebut adalah serangan penyakit,” jelas Nur Indah Sari, Minggu (26/5/2024).

Nur Indah juga menjelaskan, Bahwa beberapa penyakit udang vaname yang sering menyerang tambak di antaranya White Spot Syndrom Virus (WSSV), IHHNV, EMS, EHP, dan Vibriosis. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian massal jika tidak segera ditangani.

Baca Juga  Edukasi Warga Lapeo, Dosen Unsulbar Buat Teh Daun Pandan Wangi

“Udang vaname merupakan usaha budidaya yang memiliki potensi keuntungan yang bagi masyarakat, disamping itu, permintaan pasar dalam dan luar negeri terhadap udang vaname relatif tinggi dan tumbuh setiap tahunnya,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Dr. Indah, sapaan akrabnya mengatakan, untuk menjaga asa para petambak dalam menjalankan usaha ditengah berbagai tantangan termasuk serangan penyakit, para peneliti dengan alat laboratorium yang dimiliki berupaya untuk mengabdikan diri secara nyata ke masyarakat dengan menemukan pakan yang ideal. 

” Alat Sekuensing DNA ( alat tes DNA,-) telah tersedia di laboratorium Unsulbar, itu akan membantu mendapatkan bakteri simbion mangrove yang berpotensi menjadi pakan probiotik bagi udang,” Ungkap Dr. Indah yang juga dosen di fakultas Peternakan dan Perikanan Unsulbar. 

Baca Juga  UT Majene Wisuda 490 Lulusan, Salim S. Mengga: Tantangan Nyata Ada di Masyarakat, Bukan di Kampus

Seperti diberitakan sebelumnya, Laboratorium Unsulbar telah dilengkapi dengan alat penelitian genomik yang salah satu fungsinya untuk tes DNA (Deoxyribo Nucleic Acid).

Tersedianya alat canggih tersebut setelah Unsulbar berhasil memperoleh bantuan dari yayasan Satria Budi Dharma Setia, sebuah yayasan yang mendapatkan dana CSR dari Panin Bank Group.

Bakteri jadi pakan 

Menurut Dr. Indah yang juga pakar Rumput Laut Unsulbar, langkah pertama yang akan dilakukan dalam menemukan pakan Udang berbasis bakteri Mangrove adalah dengan melakukan Analisis Shotgun Metagenomic dan Whole Genome Sequencing Bakteri Simbion Manggrove di Kawasan Perairan Sulawesi Barat.

Baca Juga  Pusat Studi Perubahan Iklim LPPM Unhas Gelar Curah Pendapat Bahas Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Makassar

” Di bakteri Simbion yang hidup di ekosistem mangrove di kawasan perairan Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk dijadikan kandidat probiotik dalam budidaya udang Vaname,” ungkap Dr. Indah. 

Ekosistem mangrove dikenal kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk berbagai mikroorganisme yang memiliki hubungan simbiotik dengan tumbuhan dan fauna di sekitarnya. 

Bakteri ini dapat memiliki berbagai sifat menguntungkan, seperti kemampuan untuk memproduksi senyawa antimikroba, mendukung pertumbuhan tanaman dengan memfasilitasi penyerapan nutrisi, dan membantu dalam degradasi bahan organik. Potensi ini membuat mereka kandidat ideal untuk dikembangkan sebagai probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan udang terhadap pathogen. (Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *