MAMUJU–Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat tengah bersiap memperluas penggunaan aplikasi Fleksi ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar menuturkan, penggunaan aplikasi ini merupakan implementasi dari program ASN Sulbaar Digital DiskominfoSS Sulbar, dan menjadi komitmen konkret dalam menerjemahkan visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
Kata Ridwan, aplikasi ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengendalikan dan mengawasi kinerja pegawai meskipun tidak bekerja dari kantor.
“Konsepnya semua pegawai punya akun ini untuk mengelola kerjanya. Sejalan dengan harapan Gubernur- mendorong setiap OPD agar dapat bekerja disiplin serta menigkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Ridwan, Rabu 10 Juni.
Kabid Aptika (Tokped) Dinas KominfoSS Sulbar, Taufan Hari Prasetyo menjelaskan, Aplikasi Fleksi (Fleksibel Absensi) adalah sistem presensi dan pelaporan kinerja yang dikembangkan oleh Dinas Kominfo Sulawesi Barat (Sulbar) untuk mendukung kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) atau Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)
Aplikasi Fleksi ini dibangun untuk memfasilitasi dan mengintegrasikan seluruh sistem kerja aparatur dalam satu platform digital yang mudah diakses. Hadirnya aplikasi ini sebagai strategi digital untuk mendorong produktivitas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar.
“Aplikasi ini baru digunakan di dua OPD, yakni BKPSDM dan KominfoSS, setelah evaluasi nantinya akan perluas ke OPD lain. Rencananya kita menargetkan 15 OPD,” ucap Taufan saat memberikan paparan dalam pertemuan bersama jajaran Kominfo Pemkab Majene di Kantor DiskominfoSS Sulbar, Selasa (09/06/2026).
Secara teknis, Taufan memaparkan bahwa sistem kerja aplikasi Fleksi sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif sejak pertama kali diuji coba.
Melalui aplikasi ini, setiap aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap target kerja harian mereka. Sistem digital akan mencatat rekam jejak kinerja tersebut secara transparan. (Rls)












