Periksa Belanja Modal Pemprov Sulteng, BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan Senilai Rp 5,81 Juta

Palu, Sulbar.99news.id—Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Tengah, menemukan sejumlah permasalahan dalam pengelolaan belanja modal Jalan, Jaringan dan Irigasi pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah., salah satunya adanya ketidaksesuaian dan kekurangan volume pekerjaan senilai Rp.581.490.136,00.

Pemeriksaan atas pengelolaan belanja daerah dilakukan BPK terhadap kegiatan belanja modal Jalan, Jaringan dan Irigasi di tiga lokasi  dengan nilai anggaran yang digelontorkan sebesar Rp.216.169.666.469,67.melalui  dinas Bina Marga dan Penataan RuangTahun 2025.

Baca Juga  BPK Temukan Perjalanan Dinas Fiktif Di Empat OPD Lingkup Pemkab Morowali Utara

Hasil pemeriksaan BPK menyimpulkan bahwa pengelolaan belanja modal atas pekerjaan Jalan Ruas Hae-Sangginora diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaanpemasangan batu dengan mortar dan ketidaksesuaian laston lapis AC-WC sebesar Rp.259.638.392,88 yang dikerjakan oleh PT KMK.

Baca Juga  Masyarakat Yakin Penanganan Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi di Koltim  Akan Tuntas

Kemudian pekerjaan  rekontruksi jlan ruas Towi-Kolonodale (Segmen Ganda Ganda-Soyo Jaya ditemukan permasalahan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan sebesar Rp.321.851.743,22 yang dikerjakan PT.GTM. Selain itu BPK juga ,ketidak sesuaian spesifikasi pembangunan Jembatan sementara  Sipi-Jono.

Baca Juga  Masa Tenang Mulai, Bawaslu Diminta Perketat Pegawasan Cegah Aksi Politik Uang

“Atas permasalahan tersebut BPK  merekomendasikan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah agar memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang untuk memperoses kelebihan pembayaran Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi sebesar Rp.581.490.136,10, dan memperbaiki pekerjaan pembangunan Jembatan sementara Sipi-Jono,” tulis BPK.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *