DAERAH  

Kalaksa BPBD Sulbar Silaturahmi dengan BPBD Polman, Matangkan Persiapan Gladi Kesiapsiagaan Bencana

Kalaksa BPBD Sulbar

POLEWALI MANDAR– Dalam rangka memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, melakukan silaturahmi sekaligus diskusi strategis bersama BPBD Kabupaten Polewali Mandar pada Minggu, 26 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Warkop Uyaku, Kabupaten Polewali Mandar ini turut dihadiri Kalaksa BPBD Polewali Mandar Andi Chandra beserta jajaran terkait. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut atas arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah.

Baca Juga  Petugas Pintu Air Lakejo Polman Siaga Pastikan Aliran Irigasi Tetap Optimal

Silaturahmi ini bertujuan untuk mematangkan persiapan pelaksanaan gladi kesiapsiagaan bencana tingkat daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta kesiapan lintas wilayah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Baca Juga  Aksi Bersih Pantai Tamo, Majene Dijadikan Model Terbaik Pengembangan Ekowisata

Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun tetap produktif, dengan membahas sejumlah aspek teknis dan operasional. Di antaranya meliputi penyusunan skenario kegiatan, keterlibatan personel, kesiapan peralatan, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.

Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar BPBD di daerah.

Baca Juga  Dinkes Sulbar Perkuat Kewaspadaan Dini, Lakukan Verifikasi Sinyal dan Surveilans Penyakit di Mamuju Tengah

“Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, agar seluruh jajaran terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kolaborasi dalam menghadapi bencana,” kata Yasir Fattah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan gladi kesiapsiagaan bencana dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di wilayah Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *