MAMUJU — Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulbar terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka menyukseskan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Upaya ini sekaligus diintegrasikan dengan pelaksanaan program unggulan Panca Daya SDK yang menjadi arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Melalui rapat koordinasi yang digelar pada Senin 27 April 2026, berbagai pihak terkait membahas kesiapan teknis serta penyelarasan program agar momentum tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program Panca Daya SDK yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta pembangunan sosial budaya, dinilai sangat relevan untuk diakselerasikan melalui momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, menegaskan bahwa sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memastikan seluruh program berjalan selaras dengan visi pembangunan daerah.
“Melalui koordinasi yang solid, kita ingin memastikan bahwa implementasi Panca Daya SDK tidak berjalan parsial, tetapi terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan otonomi daerah,” ujar Murdanil.
Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, akuntabel, dan responsif.
Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan pelaksanaan kedua momentum tersebut tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga mampu mempercepat pencapaian target pembangunan di Sulawesi Barat melalui implementasi program Panca Daya SDK secara berkelanjutan.(rls)













