UPTD Puskesmas Lembang Luncurkan Laboratorium Prolanis, Pertama di Majene

Majene, Sulbar,99news,id—UPTD Puskesmas Lembang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Majene melaksanakan Launching Laboratorium Prolansia, Rabu (20/5/2026) dihadiri Bupati Majene, Dr.Andi Achmad Syukri

Turut hadir wakil Bupati, Dr.Hj.Andi Rita Mariani, M.Pd bersama Sekda Ardiansyah, S.Ip, Kepala Dinas Kesehatan Majene, Dra. Hj.Yuliani, M,Adm.Pemb, Kepala RSUD Majene, Rusdi Hamid, SKM, MARS bersama Kepala UPTD Puskesmas Lembang Hj.Nurdianti. M.Noor, SKM

Kepala UPTD Puskesmas  Lembang, Nurdianti dalam laporannya menyampaikan, Peluncuran fasilitas pemeriksaan laboratorium untuk Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini serta pemantauan rutin bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus yang terdaftar di BPJS Kesehatan.

“Bahwa prolanis ini adalah program pengelolaan penyakit kronis,  adalah suatu sistem pelayanan kesehatan yang pro aktif yang dilaksanakan secara integrasi, dan melibatkan peserta fasilitas kesehatan yang tergabung dalam kelompok peserta BPJS Kesehatan yang aktif di wilayah tertentu,  adapun syarat-syarat untuk menjadi seseorang yang tergabung dalam kelompok yaitu, pertama kepesertaannya harus aktif,” jelas Nurdianti

Ia menyampaikan,  untuk di Puskesmas Lembang sendiri sudah ada empat kelompok Prolanis yang dibentuk , dan Alhamdulillah bisa aktif menjalankan kegiatan untuk pencegahan penyakit kronis, kemudian  yang kedua, tujuan dari pelaksanaan untuk mendorong peserta Prolanis mencapai kwalitas hidup nasional yang optimal dengan indikator 75 persen peserta terdaftar dan berkunjung ke faskes tingkat pertama.  

Baca Juga  Waspada Virus Mirip DBD, Dari Demam sampai Sesak Napas, Kenali 3 Gejala Awal Infeksi Virus Hanta

“Alhamdulillah hasil baik pada pemeriksaan spesifik , yaitu terhadap penyakit yang terdiaknosa diabetes melitus dan hipertensi,  jadi dua kelompok ini yang tergabung dalam kelompok ini adalah pasien yang terdiaknosa penyakit diabetes melitus dan penyakit hipertensi,” ungkapnya.

Selain itu kata Nurdianti,  Pihaknya juga selalu memantau kondisi kesehatan pada Prolanis agar tetap bisa terjaga seperti sedia kala, dan juga menilai efektivitas pengobatan secara dini untuk mendeteksi terjadinya komplikasi.

“Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan bahwa, kegiatan pemeriksaan laboratorium yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun ini adalah, untuk tetap mendeteksi terjadinya kelainan atau komplikasi pada penderita yang sudah terdiaknosa diabetes melitus dan hipertensi, sasaran pada pemeriksaan ini adalah lansia berumur diatas 60 tahun dan bisa juga digabung dalam usia dibawah 60 tahun,  dimana jika seseorang sudah terdiaknosa penyakit dan hyertensi bisa kita gabungkan dalam kelompok Prolanis,” terangnya.

Baca Juga  7,2 Persen Anak di Sulbar Alami Resiko Hipertensi, Ternyata Ini Tiga Penyebabnya

Nurdianti juga menjelaskan,  untuk jenis pemeriksaan yang tersedia kami sudah bisa melakukan pemeriksaan , pertama HBA 1 C, kolestrol total, kolestrol hdm, ureum prebelida, jadi kami selama ini melakukan pemeriksaan adalah dari prodia Makassar, setelah kami melakukan  konsultasi ke BPJS dan Dinkes terkait dengan penyediaan alat, akhirnya kami melakukan MoU dengan BPJS dengan melengkapi sarana dan prasarana sehingga bisa melakukan peeriksaan kepada seluruh peserta Prolanis yang ada di wilayah kami ,” jelas Nurdianti

Nurdianti mengatakan,  untuk tahun ini  dari 11 Puskesmas belum ada yang tersedia, baru di Puskesmas Lembang,  untuk melaksanakan pemeriksaan ini diseluruh Puskesmas yang ada di kabupaten Majene yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu sebanyak 522 peserta Prolanis

“Kami sampaikan terkait dengan klaimnya yang dibayarkan karena kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan Puskesmas,  jadi klaim yang kami dapatkan dalam pemeriksaan itu dalam satu kalinya sekitar Rp.245 juta klaim yang masuk ke Puskesmas dan itu nanti akan dibelikan sarana di laboratorum dan jasa untuk pengelola dan seluruh staf yang ada di Puskesmas lembang, hambatannya di Puskesmas saat ini hanya mempunyai laboratorium yang sederhana dengan ukuran 2 kali 3, namun demikian kami tetap gunakan secara maksimal, olehnya itu untuk tahun depan kami sudah mengusulkan melalui Dinas Kesehatan untuk penambahan sarana yang lebih memadai untuk pelayanan lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga  25 Siswa di MTs Kalukku Diduga Keracunan MBG, Begini Gejalanya dan Sikap Tegas Dinkes

Sementara itu Bupati Majene, Andi Achmad Syukri  dalam sambutannya, atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras berkontribusi terbentuknya Laboratorium Prolanis, selaku Bupati Majene bersama wakil Bupati yang sudah 2 tahun menjalankan tugas berharap seluruh program yang sudah rencanakan dapat berjalan dengan baik.

“Perlu kami sampaikan bahwa terkait dengan program prolanis ini kita berharap ada bisa meningkatkan derajat kesehatan.  Melalui kegiatan pemeriksaan laboratorium ini, diharapkan peserta Prolanis semakin memahami pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala dan berkomitmen untuk menjaga gaya hidup sehat guna meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *