JAKARTA– Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Program Kerja Forum Komunikasi Anjungan Daerah (FOKAD) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Lepas Sambut Kepengurusan FOKAD, bertempat di Anjungan Nusa Tenggara Timur, TMII, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengelola dan perwakilan anjungan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai wadah untuk mempererat koordinasi, memperkuat sinergi, serta menyusun program kerja FOKAD yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Rapat koordinasi juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung pengembangan, pelestarian, dan promosi budaya daerah di kawasan TMII.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan prosesi lepas sambut kepengurusan FOKAD sebagai bentuk regenerasi organisasi yang diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam menjalankan berbagai program kolaboratif antar anjungan daerah. Pergantian kepengurusan ini menjadi tonggak untuk semakin memperkuat peran FOKAD sebagai forum komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antar pengelola anjungan daerah di TMII.
Perwakilan Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan dukungannya terhadap program-program FOKAD yang berorientasi pada pelestarian budaya, peningkatan promosi pariwisata daerah, serta penguatan kolaborasi antarprovinsi. Melalui forum ini, setiap anjungan daerah diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan berinovasi dalam menghadirkan kegiatan yang menarik bagi masyarakat.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat diwakili Kasubid Promosi, Informasi dan Investasi Daerah, Nurul Farasmy menyampaikan bahwa keikutsertaan Badan Penghubung dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh anjungan daerah di TMII.
“Forum Komunikasi Anjungan Daerah memiliki peran strategis dalam membangun kolaborasi antardaerah untuk mempromosikan kekayaan budaya Nusantara. Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat siap mendukung setiap program kerja FOKAD yang mampu meningkatkan eksistensi anjungan daerah sekaligus memperkenalkan budaya Sulawesi Barat kepada masyarakat luas. Melalui kolaborasi ini, kami berharap budaya Sulawesi Barat semakin dikenal dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat persatuan bangsa melalui keberagaman budaya,” ujarnya.
Keikutsertaan Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat dalam kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Selain itu, penguatan kolaborasi melalui FOKAD menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian budaya daerah sebagai identitas dan kekuatan pembangunan Sulawesi Barat. Dengan sinergi yang terjalin antar anjungan daerah di TMII, diharapkan promosi budaya, pariwisata, serta potensi unggulan Sulawesi Barat dapat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat berharap sinergi yang telah terjalin antaranggota FOKAD semakin kuat, sehingga berbagai program pelestarian budaya, promosi pariwisata, dan kegiatan edukatif di lingkungan TMII dapat terlaksana secara optimal serta memberikan manfaat bagi seluruh daerah di Indonesia.












