DAERAH  

Dishub Sulbar Dorong Aparatur LLAJ Tingkatkan Pemahaman Teknis dan Kemampuan Operasional

Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat (Dishub Sulbar)

Mamuju — Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat (Dishub Sulbar) menggelar kegiatan pembinaan dan penyelenggaraan LLAJ, Rabu (3/12).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman teknis serta kemampuan operasional aparatur LLAJ.

Upaya tersebut sejalan dengan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga (SDK–JSM), khususnya dalam membangun SDM yang unggul dan berkarakter.

Baca Juga  Dukung Visi Misi Gubernur SDK, DTPHP Sulbar Siap Bantu Petani Mapilli Bangkit dari Gagal Panen

Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Amir A. Dado, mengatakan peningkatan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan penting untuk menjawab tantangan perubahan di sektor transportasi.

Ia menegaskan, pemahaman teknis terkait rekayasa lalu lintas, pengelolaan angkutan jalan, hingga penerapan regulasi di lapangan harus terus diperkuat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperbarui wawasan serta meningkatkan kompetensi dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Alokasikan Rp16 Miliar untuk Peningkatan Jalan Tabone-Nosu-Pana

Amir juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, pemanfaatan teknologi, serta konsistensi pengawasan guna mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik di Sulbar.

Sementara itu, Kabid LLAJ Dishub Sulbar, Akbar Atjo, menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kemampuan teknis para petugas di lapangan.

“Pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan agar aparatur mampu menerapkan standar pelayanan maksimal, khususnya dalam manajemen rekayasa lalu lintas dan pengawasan angkutan jalan,” jelasnya.

Baca Juga  300 Peserta Siap Bersaing di STQH XI Sulbar, Gubernur SDK: Siapkan untuk Berlaga Tingkat Nasional

Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh, baik dalam penyusunan perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan operasional sehari-hari.

Kolaborasi dengan kepolisian, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *