KAMPUS  

Fapertahut Unsulbar Gelar Kegiatan Penguatan Peyusunan RPS

Majene, Sulbar.99news.id—-Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan penguatan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) inovatif yang diikuti oleh dosen di lingkungan fakultas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan kompetensi mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan RPS yang tidak hanya berorientasi pada materi perkuliahan, tetapi juga mengintegrasikan capaian pembelajaran, asesmen, serta implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam proses pembelajaran.

Baca Juga  HMI Komisariat STAIN Cabang Majene Melakukan Unjuk Rasa Buntut Penutupan Jalan Utama Menuju STAIN Belum Terselesaikan

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, asesmen, rubrik penilaian, hingga evaluasi berkelanjutan.

Pemateri menjelaskan bahwa penyusunan RPS harus menggunakan pendekatan backward design, yakni dimulai dari penetapan capaian pembelajaran yang ingin dicapai mahasiswa, kemudian menentukan strategi pembelajaran dan bentuk asesmen yang sesuai. Dengan pendekatan tersebut, seluruh aktivitas pembelajaran dapat berjalan selaras dengan kompetensi yang ditargetkan.

Baca Juga  Puluhan Mahasiswa Unsulbar Antusias Ikuti Sosialisasi Pemilihan Duta Bahasa Sulselbar

Selain itu, dosen juga didorong untuk menerapkan asesmen autentik dalam RPS, seperti portofolio, proyek, studi kasus, presentasi, dan demonstrasi kemampuan mahasiswa. Model penilaian tersebut dinilai lebih mampu menggambarkan kompetensi riil mahasiswa dibandingkan asesmen yang hanya berfokus pada kuis atau ujian tertulis.

Hasil review terhadap RPS di lingkungan Fapertahut menunjukkan bahwa sebagian besar program studi telah memiliki CPMK yang jelas dan mulai menerapkan pembelajaran berpusat pada mahasiswa (Student Centered Learning). Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek rubrik penilaian, asesmen autentik, dan mekanisme Continuous Quality Improvement (CQI) untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Baca Juga  Asesmen Lapangan Prodi Sarjana Terapan K3 FIKES Unsulbar Hadirkan Dua Asesor LAM-PTKes

Melalui kegiatan ini, Fapertahut Unsulbar berharap seluruh program studi dapat menghasilkan RPS yang lebih inovatif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuannya.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *