DAERAH  

BPBD Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Pelajar melalui Pendidikan Aman Bencana di SMAN 1 Mamuju

MAMUJU, — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Di bawah arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan melalui Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah, BPBD Sulbar melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Aman Bencana dan Simulasi Kesiapsiagaan di UPTD SMAN 1 Kabupaten Mamuju, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Ulfian, bersama tim. Sosialisasi dan simulasi ini menjadi bagian dari langkah BPBD Sulbar dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas warga sekolah agar mampu menghadapi potensi bencana secara cepat, tepat dan terukur.

Baca Juga  UPTD Samsat Polman Bapenda Sulbar Jadi Garda Terdepan Penguatan PAD, DPRD Sulbar Tinjau Langsung Kinerja PKB dan BBNKB 2025–2026

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengenalan risiko bencana, upaya mitigasi, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat dan setelah terjadi bencana.

Baca Juga  Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja, Dinsos P3A dan PMD Sulbar Hadiri Rapat Teknis SAKIP 2026

Materi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan simulasi kesiapsiagaan bencana. Para peserta diarahkan untuk mempraktikkan prosedur evakuasi secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Simulasi ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dan guru sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi kondisi darurat.

Baca Juga  Door to Door Jadi Andalan, UPTD Pelayanan Pajak Polewali Mandar Bukukan Penerimaan Rp73,95 Juta dalam Dua Hari

Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan di sekolah merupakan investasi penting dalam membangun generasi yang tangguh menghadapi bencana.

“Sekolah merupakan salah satu tempat strategis untuk membangun budaya sadar bencana. Anak-anak harus dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu menyelamatkan diri serta membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman ketika terjadi bencana,” tutup Yasir Fattah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *