MAMUJU– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Terintegrasi (SI-EVAL KINANTI) melalui portal MI-AWASI pada Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat.
Peluncuran berlangsung di Ruang Theater Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (20/10/2026). Langkah ini menjadi inovasi strategis dalam mendukung transformasi digital pengawasan internal pemerintah, khususnya pelaksanaan evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP).
SI-EVAL KINANTI dikembangkan untuk menjawab tantangan pengelolaan data evaluasi yang selama ini masih mengandalkan rekapitulasi manual. Melalui sistem terintegrasi ini, proses pengumpulan dokumen, pemantauan progres evaluasi, pencatatan hasil, hingga penyusunan laporan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, transparan, dan terukur.
Dalam sambutannya, Junda Maulana menekankan bahwa perkembangan era global menuntut seluruh proses kerja pemerintahan untuk beralih dari pola manual menuju digitalisasi.
“Di era sekarang ini sudah dunia global, pekerjaan kita tidak lagi harus secara manual, tetapi pekerjaan kita sudah harus bergerak atau bergeser kepada cara-cara yang digital,” ujar Junda.
Menurutnya, transformasi digital menjadi kunci untuk mewujudkan prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, selaras dengan arah pembangunan melalui Panca Daya Sulawesi Barat.
“Kenapa harus dengan cara digital? Karena kalau cara-cara dengan manual maka asas efisiensi, asas efektivitas, transparansi dan juga akuntabelnya akan kurang,” jelasnya.
Junda juga menilai bahwa penerapan sistem digital dapat membantu menciptakan proses kerja yang lebih objektif karena berpedoman pada aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Oleh karena itu saya mendukung dan berharap bahwa SI-EVAL KINANTI ini betul-betul diimplementasikan. Saya berharap prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan itu harus kita lakukan. Jangan sampai juga ini hanya kepentingan diklat, selesai diklat ya selesai tidak ada tindak lanjut,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Junda menyampaikan lima arahan, yakni memperkuat penerapan SAKIP yang berorientasi pada hasil, mendukung implementasi SI-EVAL KINANTI melalui penyediaan data yang akurat dan tepat waktu, meningkatkan peran pengawasan intern, memastikan pemanfaatan sistem secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Natsir, menyampaikan bahwa SI-EVAL KINANTI merupakan salah satu upaya untuk memperkuat kualitas evaluasi akuntabilitas kinerja melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi.
“Melalui SI-EVAL KINANTI, kami berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan evaluasi SAKIP agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Sistem ini tidak hanya mempermudah pengumpulan serta pengelolaan data dan dokumen evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong perbaikan kinerja perangkat daerah secara berkelanjutan,” ujar Natsir.
Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat memanfaatkan sistem tersebut secara optimal serta meningkatkan komitmen dalam menyampaikan data dan dokumen pendukung yang lengkap, akurat, dan tepat waktu. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan kinerja dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Sulawesi Barat.
Sementara itu, Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah II Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Harun, menjelaskan bahwa penerapan SI-EVAL KINANTI melalui portal MI-AWASI diharapkan dapat mempermudah pelaksanaan evaluasi SAKIP, mulai dari pengunggahan dokumen pendukung, pemantauan progres evaluasi, hingga penyampaian catatan dan hasil evaluasi.
“Dengan adanya SI-EVAL KINANTI, proses evaluasi diharapkan menjadi lebih sistematis, terintegrasi, dan mudah dipantau. Perangkat daerah juga dapat mengetahui kelengkapan dokumen serta tindak lanjut yang perlu dilakukan,” ungkap Wahidah.
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi sistem ini membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh perangkat daerah, terutama dalam memastikan kualitas data, ketepatan waktu penyampaian dokumen, serta tindak lanjut atas rekomendasi hasil evaluasi.
Melalui peluncuran SI-EVAL KINANTI yang terintegrasi dengan portal MI-AWASI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja semakin cepat, transparan, dan terintegrasi. Inovasi ini juga diharapkan mampu memperkuat peran pengawasan intern serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.
Naskah :












