MAJENE, SULBAR.99NEWS.ID—Diguyur hujan deras selama enam jam, membuat jalan protokol di Lingkungan Lembang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, tepatnya depan SPBU terendam banjir setinggi 30 centi meter, Sabtu (21/12/2024).
Selain merendam ruas jalan trans Sulawesi, banjir juga menggenangi sejumlah rumah dan toko, akibatnya arus lalulintas terhambat, sejumlah kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraannya, bahkan beberapa kendaraan mengalami mogok ditengah jalan saat memaksa melintas.
Rahman, warga setempat mengatakan, banjir terjadi selain hujan seras, banjir juga akibat saluran drainase yang tersumbat dan sempit sehingga tidak dapat menampung air, akibatnya air meluap masuk kedalam rumah warga dan menggenangi ruas jalan protokol.
“Sebenarnya persoalan banjir di jalan protokol ini sering terjadi setiap hujan deras, hanya saja saluran drainase yang buruk, sehingga tidak dapat menampung air, akhirnya meluap, dan mengganggu aktivitas warga, termasuk juga bagi pengguna jalan, tadi beberapa kendaraan yang melintas juga mogok ditengah jalan,” kata Rahman.
Ia juga menjelaskan, akibat hujan deras ada sejumlah rumah yang tempatnya rendah selalu terkena dampak banjir dengan ketinggian mencapai 30 centimeter, termasuk gedung rektorat Unsulbar juga digenangi air setinggi 30 centi meter.
“Setiap hujan turun warga disekitar selalu merasakan banjir, kondisi seperti ini sudah lama sebenarnya, apalagi jalan yang disamping rektorat Unsulbar yang sering dilewati mahasiswa tidak dapat lagi dilalui kendaraan kalau lagi banjir, ini butuh perhatian pemerintah, selain itu wraga setempat juga terkadang tidak perduli dengan kondisi sekitarnya, bahkan ada yang membuang sampah sembarangan,” ujar Rahman.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya Rusli, bahwa banjir langganan di ruas jalan depan SPBU Lembang ini sudah sering dikeluhkan warga yang punya usaha karena toko sepi akibat ada genangan air di jalan. Bahkan beberapa pemilik toko yang lebih memilih tutup lebih awal.
“Ironisnya masalah banjir ini sebenarnya sudah kerap terjadi. Namun pemerintah setempat diam menanggapinya. Banjir ini juga selalu dikeluhkan pengendara yang lewat kala banjir melanda. Kami berharap pemerintah Majene atau pemerintah Provinsi agar peduli dengan kondisi yang seperti ini, karena sudah bertahun-tahun tetapi belum juga diperbaiki pemerintah,” ungkap Rusli.(Ali).











