Kadinkes Sulbar Sambangi Jamban Sehat di Desa Tallambalao

MAJENE–Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Kadinkes Sulbar), drg. Asran Masdy menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pemicuan Jamban Sehat di Desa Tallambalao, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene, Selasa 19 Maret 2024. 

Acara ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan lingkungan dan sanitasi di wilayah tersebut dalam upaya percepatan penanggulangan stunting.

Desa Tallamba Lao dipilih sebagai lokasi pemicuan jamban karena masih terdapat rumah tangga yang belum menggunakan jamban dan tidak memenuhi standar sanitasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta perubahan perilaku yang positif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang baik.

Baca Juga  Perkuat Komitmen Intervensi Pasti Padu, Dinkes Sulbar Salurkan Susu Balita di Puskesmas Pamboang

Kegiatan pemicuan jamban ini melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, petugas kesehatan, serta unsur pemerintah desa dan kecamatan. Selama kegiatan, dilakukan penyuluhan tentang pentingnya memelihara kebersihan jamban dan cara-cara menjaga kebersihan sanitasi.

Baca Juga  7,2 Persen Anak di Sulbar Alami Resiko Hipertensi, Ternyata Ini Tiga Penyebabnya

Dalam sambutannya, Kadinkes Sulbar drg. Asran Masdy menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan sanitasi yang baik dalam menjaga kesehatan masyarakat. 

Dia juga menegaskan, pemicuan jamban bukan hanya sekadar upaya fisik memperbaiki fasilitas sanitasi, tetapi juga menciptakan kesadaran dan perilaku yang sehat di masyarakat, untuk memahami dan mengetahui tentang pentingnya jamban dan kesehatan lingkungan yang lebih baik.

Kadinkes menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan itu. Dia berharap semangat untuk menjaga kebersihan lingkungan dapat terus ditingkatkan dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Hingga September 2025, Sulbar Mencatat 831 Warga Terserang DBD dan 74 Malaria: Peringatan Serius

Kegiatan pemicuan jamban di Desa Tallamba Lao ini diharapkan menjadi awal dari upaya yang lebih besar dalam meningkatkan kesehatan lingkungan dan sanitasi di seluruh Kabupaten Majene. Langkah-langkah preventif seperti ini bisa menekan angka penyakit terkait lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *