MAJENE, SULBAR99NEWS.ID–Meskipun bertugas mengawal pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Majene selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, Polres Majene menegaskan komitmennya untuk tetap netral.
Pengawalan pribadi (Walpri) terhadap paslon dimulai sejak penetapan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majene pada 23 September 2024.
Kapolres Majene, AKBP Toni Sugadri, menjelaskan setiap personel Polres Majene yang ditugaskan mengawal paslon tidak diizinkan untuk terlibat dalam dukungan politik atau berpihak pada salah satu pasangan.
“Saya tegaskan, meskipun setiap paslon mendapat pengawalan pribadi, tugas utama personel kami adalah menjaga keamanan dan keselamatan paslon, bukan untuk terlibat dalam politik praktis,” ujar Toni Sugadri, Kamis (26/9/2024).
Ia juga menambahkan, setiap paslon akan dikawal dua personel yang ditugaskan untuk memastikan kegiatan para calon bupati dan wakil bupati selama tahapan pilkada berlangsung aman dan lancar.
“Kami tetap menjaga netralitas dalam setiap tahapan pilkada. Tidak ada personel yang boleh terlibat dalam dukungan politik atau aktivitas apapun yang dapat mencederai netralitas Polri. Personel yang ditugaskan untuk melakukan pengawalan pribadi mereka yang sudah mengikuti seleksi di Polda, makanya untuk walpri pak bupati yang sebelumnya kita akan tarik kembali, digantikan personel lainnya,” katanya.
Toni menambahkan, Selain pengawalan pribadi kepada paslon, Polres Majene juga menyiapkan Satuan Tugas Operasi Mantap Praja yang akan menjaga keamanan selama tahapan pilkada, mulai dari kampanye hingga distribusi logistik.
“Saat ini beberapa logistik Pilkada Serentak 2024 telah tiba di gudang KPU Kabupaten Majene dan akan didistribusikan ke TPS pada waktunya. Kami akan terus menjaga agar seluruh rangkaian tahapan Pilkada berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur, serta memastikan tidak ada gangguan selama pilkada,” pungkasnya.(Ali).













