MAKASSAR – Penguatan koordinasi dengan stakeholder menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi layanan keuangan daerah. Hal tersebut dilakukan Syaharuddin, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, melalui konsultasi dan koordinasi dengan PT Bank Sulselbar di Saoraja Priority Bank Sulselbar, Makassar, Jumat (14/8).
Dalam pertemuan tersebut, Syaharuddin memaparkan aksi perubahan yang diusung dalam PKA 2026, yakni “SIPAMANDAR Next Generation: Transformasi Layanan Keuangan Daerah yang Cepat, Transparan dan Akuntabel.”
Pertemuan yang diterima Kepala Divisi Korporasi dan Komersil Bank Sulselbar, Andi Wildhaniaty, bersama jajaran tersebut membahas peluang penguatan sinergi dalam mendukung pengembangan SIPAMANDAR Next Generation.
Sistem ini diarahkan untuk mempercepat proses layanan, mendorong digitalisasi, menyediakan monitoring secara real time, serta memperkuat transparansi, akuntabilitas dan kinerja pengelolaan keuangan daerah.
“Koordinasi dengan stakeholder menjadi kunci agar aksi perubahan tidak hanya menjadi inovasi internal, tetapi dapat terintegrasi dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses layanan keuangan daerah,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, Bank Sulselbar dipilih sebagai salah satu stakeholder utama karena memiliki posisi strategis sebagai bank RKUD yang mendukung transaksi dan layanan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Koordinasi sejak tahap awal diharapkan dapat memastikan pengembangan inovasi sesuai dengan kebutuhan dan proses bisnis yang berjalan.
Dalam pertemuan tersebut, Bank Sulselbar menyatakan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan layanan keuangan daerah yang cepat, efektif, efisien, transparan dan akuntabel melalui pemanfaatan dan pengembangan SIPAMANDAR Next Generation.
Sementara itu, Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendorong inovasi dan digitalisasi tata kelola keuangan daerah.
“Transformasi tata kelola keuangan daerah membutuhkan sinergi. Pengembangan SIPAMANDAR Next Generation diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, efektif, efisien, transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat pengendalian dan monitoring proses keuangan daerah,” ujar Ali Chandra.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Bank Sulselbar menjadi bagian penting untuk memastikan inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas layanan keuangan daerah.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan akuntabel, melalui penguatan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan bertanggung jawab.
Koordinasi dengan Bank Sulselbar ini sekaligus menjadi milestone awal Aksi Perubahan PKA Tahun 2026, dengan membuka ruang kolaborasi untuk mewujudkan layanan keuangan daerah yang semakin modern, terintegrasi, cepat dan responsif terhadap kebutuhan organisasi.(*)












