Polisi Selidiki Kasus Puluhan Balita Diduga Keracunan Massal

Tim dari Satreskrim Polres Majene mengamankan sejumlah barang bukti, terkait kasus dugaan keracunan puluhan balita di Pamboang

MAJENE, SULBAR.99NEWS.com—Penyidik Satreskrim Polres Majene, Sulawesi Bart  mulai melakukan penyelidikan kasus dugaan keracunan massal puluhan balita yang terjadi di Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Puluhan balita diduga keracunan setelah mengkonsumsi makanan tambahan di acara lounching Pemberian Makanan Tambahan (PMT)  yang diadakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene dipelataran kantor Kecamatan Pamboang. pada Senin,(6/5/2024) sore.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Budi Adi mengatakan bahwa total korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi bubur dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Majene sebanyak 42 orang.

“Saat ini kami telah mengambil keterangan awal dari beberapa pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan tersebut.  Dari keterangan yang didapatkan, sebelum makanan tersebut disajikan pada acara Launching PMT tersebut,” kata Budi Adi.

Baca Juga  Kecelakaan di Labasang Polman, Suami Tewas Terlindas, Istri Sekarat

Ia mengatkan,  dari keterangan yang didapat, bahwa  bahan makanannya di kelolah oleh DPPA Majene sebanyak kurang lebih 200 porsi dan terbagi dalam 2 sajian, yaitu bubur ayam untuk balita dan nasi lauk untuk ibu hamil serta pendamping balita.

“Jenis makanan yang disajikan meliputi nasi putih, bubur ayam, ayam suir, kentang dan wortel, telur rebus, sayur daun kelor, ikan turingan goreng, sambel tumis, paket bubur untuk bayi di bawah 2 tahun berupa bubur, ayam suir, telur rebus, daun kelor, dan paket nasi untuk ibu hamil dan pendamping balita berupa nasi putih, ikan goreng, ayam suir campur kentang dan wortel, telur rebus, sambel tumis,” terangnya.

Baca Juga  Ternyata, Ini yang Sebabkan Truk Tabrak Kios dan Terjungkir di Bababulo

Lanjut Budi mengatkan,  Diperoleh keterangan, pihak medis dari Puskesmas Pamboang menyatakan bahwa anak-anak tersebut mengalami keracunan dan kemungkinan besar makanan terkontaminasi pada bahan makanan sampai dengan proses penyajian. 

“Mayoritas korban adalah bayi di bawah 2 tahun dengan keluhan muntah lebih dari 10 kali, diare 3 sampai 4 kali, sakit perut, dan demam. Puluhan anak tersebut mengalami keracunan setelah 2 sampai 3 jam dan mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumsi makanan tambahan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga  Mobil yang Ditumpangi Anggota DPRD Sulbar Nurul Fatiyah Terbalik di Malunda, Begini Kondisi Korban

Atas kejadian tersebut,  lanjut Budi, Satuan Reskrim Polres Majene mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 kap sampel makanan, 1 kap sampel makanan yang telah dikonsumsi, dan sampel muntahan dari korban dan telah di kirim ke Balai POM dan pada hari ini Selasa 7 Mei  2024.

“ Kami bersama pihak BPOM akan menindak lanjuti kejadian ini. Insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses persiapan dan penyajian makanan tambahan, terutama bagi balita dan ibu hamil.  Selain itu, perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disediakan dalam acara-acara seperti ini agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi pesertanya,” pungkasnya.(Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *