MAJENE, SULBAR.99NEWS.ID–Puluhan balita warga kecamatan Pamboang, kabupaten Majene, Sulawesi Barat terpaksa dirawat di Puskesmas Pamboang, karena diduga keracunan usai menyantap makanan bubur..
Informasi diterima dari petugas puskesmas Pamboang, total 30 balita dan seorang remaja yang dirawat di puskesmas karena mengalami pusing, mual dan muntah usai makan bubur yang disediakan DPPKB Majene.
Pemberian makanan tambahan bagi balita itu dilakukan dalam rangka launching PMT cegah keluarga beresiko stunting dari dppkb majene yang berlangsung di kantor camat Pamboang, Senin (6/5/20214). Informasi dari DPPKB Majene, sebanyak 150 sasaran anak yang jadi peserta dalam PMT tersebut.
Salah seeorang ibu pasien balita, Hasnur mengatakan, anaknya mengalami pusing dan muntah setelah mengkonsumsi makanan pemberian tambahan balita berupa menu bubur yang terdiri dari telur, ayam dan sayuran.
“Kejadian sore saat menghadiri acara lounching pemberian makanan tambahan bagi balita fi kantor camat Pamboang, setelah selesai makan bubur anak saya langsung muntah dan dibawa ke puskesmas,” sebut Hasnur dengan raut wajah yang sedikit kesal.
Kepala puskesmas Pamboang, Muhammad Taslim mannan mengatakan, data sementara korban sebanyak 31 orang pasien yang telah dirawat. Termasuk 1 orang remaja yang ikut makan bubur pembagian.
“Ada 2 pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit Majene untuk penanganan lebih lanjut dan 2 pasien telah dipulangkan, sejumlah pasien lainnya yang juga alami gejala namun belum ke puskemas,” ujarnya.
Menurut Muhammad Taslim, banyaknya pasien yang harus ditangani membuat Puskemas over kapasitas,” Terpaksa sejumlah pasien terpaksa dirawat di lorong Puskemas untuk jalani perawatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kabupaten Majene, Hasnawati menjelaskan, kegitan dalam rangka launching PMT cegah keluarga beresiko stunting dari DPPKB Majene ini merupakan kegiatan rutin.
“Makanya juga heran, padahal sudah beberapa kali kami mengadakan kegiatan seperti ini, seperti di Banggae Timur aman-aman saja, bahkan pada saat memasak tadi kami juga melibatkan kader, seperti kader pos yandu dan TPK. Atas kejadian ini kami telah memberikan pelayanan terhadap pasien, termasuk kami tadi mengantar ke puskesmas untuk mendapat perawatan,” ungkap Hasnawati.
Polisi masih menyelidiki kasus keracunan, dengan mengambil sisa makanan bubur untuk diperiksa laboratorium serta memeriksa sejumlah saksi.(Ali).













