BANDA ACEH, 2 November 2026 – Pimpinan Wilayah (PW) bersama seluruh Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Aceh menyatakan sikap bulat untuk berdiri dalam satu barisan yang solid. Kesepakatan ini menjadi langkah taktis dalam mengawal dan menyongsong pelaksanaan Kongres Nasional IPNU mendatang.
Komitmen kuat tersebut ditegaskan dalam rangkaian Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Latihan Muda (Lakmud) PW IPNU Aceh yang berjalan maraton sejak Sabtu, 31 Oktober hingga 2 November 2026 di Aula BPSDM Aceh dan Gedung PGRI Aceh.
Forum konsolidasi ini berhasil mempertemukan perwakilan kader dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh untuk menyamakan barisan mengawal agenda besar organisasi.
Di balik suksesnya perhelatan akbar tersebut, agenda ini sejak awal dirancang untuk memperkuat fondasi internal guna menghadapi dinamika nasional. Melalui jalur Lakmud, para peserta digembleng guna memperkuat integritas, wawasan ke-Ahlussunnah-an-An-Nahdliyah, dan kepemimpinan tingkat dasar. Sementara itu, forum Rapimwil dimanfaatkan secara taktis oleh jajaran pimpinan cabang dan wilayah untuk mengevaluasi program kerja serta merumuskan rekomendasi strategis.
Kualitas pengkaderan ini juga semakin matang berkat kehadiran para pemateri kompeten dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, mulai dari birokrat, aparat penegak hukum, praktisi organisasi, akademisi, hingga tokoh ulama.
Menanggapi solidnya barisan organisasi dalam mengawal hajat besar tingkat nasional ini, Ketua PW IPNU Aceh, Rekan Arifan Hendra, menegaskan bahwa proses kaderisasi harus terus berjalan terukur untuk memastikan kekuatan akar rumput benar-benar siap menghadapi dinamika organisasi yang lebih luas.
“Melalui Lakmud dan Rapimwil ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kader yang ditempa benar-benar memiliki wawasan ke-Ahlussunnah-an-An-Nahdliyah yang matang serta siap menjadi ujung tombak perjuangan di daerah maupun dalam mengawal arah kebijakan organisasi ke depan,” ujar Rekan Arifan.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Hadi Irfandi, S.Pd., turut menekankan pentingnya sinergi antara wilayah dan cabang dalam menjaga ritme pergerakan organisasi demi menyongsong Kongres Nasional.
“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Dengan selesainya Lakmud dan Rapimwil ini, kita menantikan lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang siap berbuat lebih untuk mengawal agenda besar organisasi sambil menjaga harmonisasi di tingkat cabang,” ungkap Hadi.
Rangkaian acara yang ditutup dengan prosesi pembaiatan peserta serta penyampaian Orasi Kebangsaan oleh Ketua Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU, Rekan Senior Zulfan Effendi, S.E., Ak. ini berlangsung dengan khidmat.
Kesuksesan konsolidasi ini turut mendapat dukungan luas dari berbagai pihak dan tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), M. Nasir Syamaun, S.IP., M.PA., perwakilan PWNU Aceh, Tgk. H. Akmal Abzal, S.H.I., M.H., Ketua Tanfidhiyah PCNU Banda Aceh, Tgk. Onliansyah Ak., B.A., M.A. (Abati Aulia), serta jajaran pengurus Badan Otonom (Banom) NU dan pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP).












