Gelar Sosranper Stunting, Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional DPRD Sulbar Dalif Arsyad Hadir di Teppo

dalif arsyad

MAJENE, Anggota DPRD Sulawesi Barat M Dalif Arsyad didampingi staf DPRD Sulawesi Barat Hafid, menggelar sosialisasi rancangan peraturan daerah Provinsi Sulawesi Barat tentang percepatan penurunan stunting

Sosialisasi digelar hari pertama di lingkungan teppo, kelurahan baru, kecamatan banggae, kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (06/08/2023), dihadiri kepala lingkungan teppo, sejumlah tokoh pemuda, wanita dan masyarakat dipertemuan itu.

Baca Juga  Selamat, Usman Suhuriah Raih Suara Terbanyak di Daerah Pemilihan Polman 3

Dikesempatan kali kedua ini, Dalif kembali menyebut beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi lahirnya rancangan peraturan Daerah dengan melihat stunting merupakan masalah yang menghambat terwujudnya sumber daya manusia.

” yakni sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif, sehingga diperlukan upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat,” sebut Dalif.

Juga, sambungnya, penurunan stunting memerlukan intervensi secara serius.

Baca Juga  Rekomendasi DPRD Sulbar Soal LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2022

” misalnya intervensi gizi terintegrasi yang dilaksanakan secara konvergen melalui senergi dan kerjasama lintas sektor,” urainya.

“ di pasal 2 menyebut penyelenggaraan percepatan penurunan stunting menggunakan pendekatan, interaktif, multi sektor dan berbasis keluarga beresiko,” sebutnya lagi.

“Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar,” katanya menambahkan.

Baca Juga  Beri Ruang Aspirasi, Dalif Arsyad Sapa Masyarakat Sirindu lewat Hearing Dialog

Lanjut dikatakan, penyebab langsung terjadinya stunting dan tidak langsung terjadinya stunting mengatasinya dengan dua cara.

” Intertensi spesifik adalah cara dilakukan untuk mengatasi penyebab langsung stunting kemudian interfensi sensitif adalah untuk mengatasi penyebab tidak langsung terjadinya stunting,” katanya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *