MAJENE, SULBAR99NEWS.ID—Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, baliho bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup), sudah semakin bertebaran di beberapa sudut Kota Majene.
Dari pantaun Sulbar99news.id, Selasa (6/8/2024) baliho pasangan bakal calon bupati petahana Andi Achmad Syuki-Andi Beda Basharu dan baliho pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Majene, Arismunandar-Adiahsan sudah mengisi sepanjang jalan Protokol hingga wilayah Kecamatan Pamboang, Sendana sampai Malunda.
Bahkan, tidak sedikit di antaranya terpasang di kawasan steril baliho, seperti di dekat lampu lalu lintas (traffic light) dan ditempat umum lainnya. Selain baliho bakal calon bupati, terpampang juga baliho pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulbar, Suhardi duka-Jendral Salim Mengga (SDK-JSM).
Ketua Bawaslu Majene, Syofian Ali menuturkan, meskipun sudah terjadi “perang’ baliho, pihaknya belum bisa melakukan penindakan. Sebab, secara regulasi belum memasuki tahapan kampanye. Termasuk belum ada penetapan resmi cabup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majene.
“Masalah baliho yang banyak terpasang itu sah-sah saja bagi. Kami bisa menindak jika nanti sudah memasuki masa tahapan pemilihan. Sekarang kan belum ada petetapan pasangan calon. Jadi Bawaslu menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” jelasnya, Selasa (6/8/2024).
Terkait masalah etis atau tidak, Syofian menegaskan itu di luar kewenangan Bawaslu. Dalam artian ketidaketisan merupakan nilai di masyarakat. “Selama pemasangan tidak ada koordinasi dengan kami. Dan itu sah-sah saja karena masih tahap pengenalan atau sosialisasi,” ungkapnya.
Syofian memastikan, jika nantinya sudah masuk tahap pendaftaran dan penetapan pasangan calon, Bawaslu akan melakukan pengawasan dan penertiban terkait tata letak baliho pasangan calon calon bupati dan wakil bupati
“Jika nanti sudah ada penetapan paslon bupati dan wakil bupati, kita Bawaslu pasti akan mengawasi, cuman saat ini masih belum,” pungkasnya.(Ali).












