Festival Gau Maraja 2025: Maradika Mamuju Pastikan akan Hadir Bersama Keluarga Besar Wija La Patau Matanna Tikka Mamuju

MAMUJU, Kabupaten Maros menjadi tuan rumah Festival Gau’ Maraja tahun ini diberi nama Gau’ Maraja Leang-leang Maros 2025 dengan tema “Leang-Leang sebagai Gerbang Peradaban Manusia Purba Dunia”.

Kawasan prasejarah Leang-Leang yang menyimpan lukisan gua tertua di dunia, akan menjadi latar penuh makna untuk menelusuri akar peradaban manusia dan warisan budaya Nusantara serta diharapkan menjadi warisan dunia akan di laksanakan mulai tanggal 3 sampai 5 Juli 2025.

Ragam acara menarik yang akan digelar yaitu, Tari kolosal, sebagai representasi makna dan semangat Gau’ Maraja, Jelajah situs prasejarah seperti menyusuri lorong-lorong waktu, Instalasi seni cahaya yang mempertemukan lanskap purba dengan sentuhan artistik masa kini, dan masih banyak agenda kebudayaan lainnya termasuk pertunjukan rakyat, Kirab Budaya, dan Tudang Sipulung Wija La Patau Matanna Tikka serta konferensi Internasional.

Baca Juga  Festival Sandeq Segitiga 2023 Telah Berakhir, Ini Pemenangnya

Maradika Mamuju Bau Akram Dai memastikan akan ikut menyukseskan Festival Gau Maraja di Maros bersama Keluarga Wija La Patau Matanna Tikka Mamuju. “Insya Allah Kami akan hadir bersama rombongan Keluarga Lapatau, juga akan bertemu semua raja raja se Nusantara,” Tegas Maradika Mamuju saat ditemui di sela kesibukannya sebagai Kepala Dinas Koperasi UKM Sulbar ini.

Sementara Keluarga Wija La Patau Matanna Tikka Mamuju, Yuslifar, yang juga legislator muda dari Partai Demokrat ini, saat dikonfirmasi menyampaikan, berdasarkan undangan keluarga, pihaknya akan hadir mengikuti Kirab Budaya, dan Tudang Sipulung Wija La Patau Matanna Tikka. “Kami bersama rombongan kurang lebih 80 orang. Insya Allah kami akan memperkenalkan Budaya Mamuju. Festival Gau’ Maraja akan hadir penggiat seni dan budaya dari beberapa Negara internasional,” tegasnya.

Baca Juga  Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal Muhammadiyah Sulbar Juga Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Lebih lanjut, menjelaskan Nasab Wija lapatau di Mamuju ketika ditanya menjelaskan, anak Puatta Malloangin Maradia Mamuju, mempunyai 5 orang. “Anak pertama ITalaga, Nae lolo, anak ke 3 Nae Syukur,” lanjutnya.

Kemudian menikahi anak mangkau Bone ke 27 La Parenrengi Arung pugi dari istrinya bernama I Bunga Batu Pute, Lahirlah We Sutara. “Inilah Putri Mangakau Bone yang diperistrikan Nenek buyut kami, Puatta I Talaga Daeng Tulolo,(Nae Lolo) Maradika Mamuju dan juga bergelar, Puatta di Lemba, Puatta di Simboro, dan Puatta di Karema Rimuku,” jelasnya menyambungkan berdasarkan Lontara kerajaan Bone.

Baca Juga  Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Milyar Diterima Muhammadiyah 

Festival Gau’ Maraja tahun ini sebuah platform kolaborasi budaya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan komunitas pemerhati dan pelaku budaya. Mengambil semangat dari makna “Gau’ Maraja” sebagai perhelatan agung, festival ini menjadi ruang bersama untuk merayakan, melestarikan, dan mengangkat nilai budaya lokal ke panggung nasional dan internasional. (Yp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *