Catatan Jajat Munadjat
Ketika bulan Ramadhan usai, pergeseran bulanpun berganti masuk ke bulan Syawal nan agung dan sarat makna; Betapa tidak, ketika masuk tanggal 1 Syawal pada sore hari yang beririsan dengan detik-detik waktu magrib, kumandang azanpun terdengar hingga sholat magrib usai, lalu disusul suara lantunan takbir, tahlil dan tahmid yang menggelegar diangkasa cakrawala bumi seantero belahan dunia, Allahu akabar walillahilhamd;
Lantunan takbiran yang sering kita dengar dimalam lebaran hingga esok pagi saat khotib naik mimbar dalam satu rangkaian sholat idul fitri, sebagai petanda datangnya hari kemenangan, yakni telah terbebas dari segala dosa dan insya Allah akan mendapatkan magfirah atau ampunan serta pahala yang berlipat ganda hingga tak terhingga, begitulah imbalan bagi orang yang berpuasa ramadhan dan mengerjakan amalan sunnah lainnya selama bulan puasa, ibaratnya seperti bayi yang baru dilahirkan tanpa dosa, itulah salahsatu keagungan bulan syawal di hari yang fitri, bersih, dan suci;
Keagungan dan keutamaan bulan syawal lainnya adalah disunnahkannya berpuasa syawal selama enam hari, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadist yang sahih;
Pahala orang yang berpuasa ramadhon full 29 hari atau 30 hari plus puasa syawal 6 hari sungguh luar biasa nilai pahala yang diraih, ibaratnya seperti ia telah berpuasa selama satu tahun penuh;
Sisi lain manfaat yang diperoleh selama bulan syawal, dimana suasana lebaran tetap masih terasa, ada silaturrahim yang intens, saling berkunjung dan salim memaafkan, bahkan ada pula yang mudik alias pulang kampung, disana mereka saling melepas rindu, bernostalgia, bersilaturrahim, dan lain sebagainya;
Budaya mudik lebaran mempunyai fenomena khas, dan yang pasti berdampak positif pada peningkatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan, khususnya peningkatan konsumsi masyarakat dan perputaran uang antar daerah atau dari kota ke daerah hingga ke pelosok desa;
Hal ini berdampak sangat posotif pula pada lonjakan omzet UMKM, sektor jasa dan transportasi, pariwisata, dan yang lainnya;
Jadi dibulan syawal secara musiman ataupun tahunan terjadi seperti yang telah digambarkan di atas, ya ada ibadah ubudiyah, terdapat syi’ar agama, sekaligus juga menyentuh aspek ekonomi dan sosial kemasyarakatan secara umum dalam bentuk ibadah muamalah;
Keagungan bulan syawal dapat dimaknai sebagai bentuk pengamalan ibadah yang dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, sekaligus berdampak pula pada kehidupan ekonomi dan sosial kemasyarakatan;
Semoga kita semua termasuk orang yang berhasil mengamalkan, mengagungkan, dan mensyi’arkan bulan syawal;
Makassar, 16 April 2026
Jajat MM













