DAERAH  

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ridwan Djafar Tekankan Kolaborasi Data Daerah

MAMUJU –Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat ambil bagian dalam Pelatihan Calon Instruktur Daerah (Inda) Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar di d’Maleo Hotel and Convention Mamuju.

Keterlibatan ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi penyediaan data statistik sektoral menuju pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Rangkaian pelatihan resmi dibuka Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat, Suri Handayani, Minggu (10/5). Selama enam hari ke depan hingga 14 Mei 2026, sebanyak 42 peserta akan dibekali materi teknis sebagai bekal menjadi instruktur daerah dalam pelaksanaan sensus ekonomi yang akan berlangsung serentak pada tahun depan.

Baca Juga  Donasi Pemprov Terkumpul Rp 1 Miliar Lebih, Segera Akan Disalurkan ke Sumatra dan Aceh

Peserta pelatihan berasal dari BPS kabupaten se-Sulawesi Barat, BPS Provinsi Sulbar, serta perwakilan Dinas KominfoSS Sulbar.

Kehadiran unsur pemerintah daerah melalui KominfoSS dinilai penting untuk memperkuat koordinasi statistik sektoral sekaligus memastikan integrasi data pembangunan daerah berjalan lebih akurat dan terukur.

Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyebut keterlibatan pihaknya dalam pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah mendukung penyediaan data berkualitas sebagai fondasi pengambilan kebijakan pembangunan.

Baca Juga  Pemkesra Sulbar Laksanakan Sosialisasi LPPD di Kabupaten Majene, Bangun Kolaborasi dengan Baik

Menurutnya, Sensus Ekonomi bukan sekadar agenda pendataan nasional, melainkan pijakan penting untuk membaca arah pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif. Hal ini juga menjadi penekanan Gubernur Sulbar Suhardi Duka bahwa data yang dihasilkan nantinya akan menjadi rujukan strategis dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Kolaborasi antara BPS dan pemerintah daerah sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. KominfoSS Sulbar siap mendukung proses ini agar statistik sektoral semakin kuat, terintegrasi, dan mampu menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi di Sulawesi Barat,” ujar Ridwan.

Baca Juga  Langkah Awal Tangani Stunting: DKPPKB Sulbar Fokus pada Keakuratan Data Tumbuh Kembang Anak

Ia menambahkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan seperti ini menjadi investasi penting untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan optimal, sekaligus menghadirkan data yang valid dan relevan bagi kebutuhan pembangunan daerah di masa mendatang. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *