Moana memutuskan untuk menjalankan misi berbahaya untuk menemukan dan memulihkan Motufetu. Kali ini, atas saran ibunya, Sina, Moana tidak melakukannya sendirian.
Moana membentuk kru kapal yang terdiri dari:
Loto, pembuat kapal sekaligus penunjuk jalan yang andal.
Kele, seorang petani yang bertugas memastikan persediaan makanan selama perjalanan.
Moni, seorang penggemar cerita rakyat dan pengidolakan Maui.
Berbekal petunjuk dari Tautai Vasa untuk mengikuti “api di langit,” Moana dan timnya berlayar melintasi Samudra Oceania.
Perjalanan ini penuh tantangan, mulai dari mengatasi konflik internal dalam tim, melawan perompak berbentuk kelapa, hingga menyelamatkan Maui dari tawanan Dwi Matangi.






