MAMUJU– Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan Wawancara Mendalam Evaluasi Pasca Pelatihan Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melalui Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Makassar, Rabu (19/8/2026), di Kantor Bupati Mamuju.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial, dan Fungsional, Abd. Kadir. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Amir Dado, serta Tim Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Makassar sebagai pelaksana evaluasi. FGD juga diikuti oleh para alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2025 lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Evaluasi Pasca Pelatihan Tahun 2025 yang bertujuan mengukur dampak penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan terhadap peningkatan kompetensi alumni, implementasi hasil pembelajaran di lingkungan kerja, serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan publik.
Melalui diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam, para peserta berbagi pengalaman terkait penerapan kompetensi kepemimpinan setelah mengikuti pelatihan, mulai dari implementasi aksi perubahan, tantangan yang dihadapi di unit kerja, hingga berbagai inovasi yang telah memberikan manfaat bagi organisasi.
Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, menegaskan bahwa evaluasi pasca pelatihan menjadi instrumen penting untuk memastikan pengembangan kompetensi ASN memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas birokrasi.
“Pelatihan kepemimpinan tidak hanya diukur dari keberhasilan peserta menyelesaikan proses pembelajaran, tetapi juga dari sejauh mana kompetensi yang diperoleh mampu diterapkan untuk menghadirkan perubahan positif, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi ini menjadi masukan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pengembangan kompetensi ASN,” ujar Herdin.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial, dan Fungsional BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Kadir, mengatakan bahwa hasil evaluasi akan menjadi bahan penyempurnaan penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan organisasi.
“Masukan dari para alumni menjadi informasi yang sangat berharga untuk mengukur efektivitas pelatihan sekaligus menyempurnakan penyelenggaraan program pengembangan kompetensi. Harapannya, pelatihan kepemimpinan mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada hasil,” kata Abd. Kadir.
Melalui kegiatan ini, BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pengembangan kompetensi ASN yang berdampak terhadap peningkatan kapasitas kepemimpinan dan kinerja organisasi. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam membangun aparatur sipil negara yang profesional, adaptif, dan berintegritas guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang berkualitas.












